Pemerintah Indonesia Jangan Diam Tanggapi Konflik Mesir

- 15 Agustus 2013 15:58 wib
REUTERS/Amr Abdallah Dalsh/ip
REUTERS/Amr Abdallah Dalsh/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia tak boleh tinggal diam dengan peristiwa yang terjadi di Mesir. Sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus berperan lebih aktif menanggapi konflik di Negeri Piramida tersebut.

"Indonesia mesti bersuara keras. Jangan diam. Presiden SBY harus di baris depan menyikapi masalah ini," ujar Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq di Jakarta, Rabu (14/8/2013).

Menurutnya, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak bertindak, artinya pemerintah Indonesia mendukung kudeta militer menjungkirbalikkan hasik pemilu demokratis di Mesir. Dengan demikian, Bali Democracy Forum yang digagas Indonesia untuk perdamaian dunia hanya menjadi etalase mewah panggung retorika para kepala negara.

Dia mengatakan Pemerintah Indonesia tidak cukup hanya menyatakan keprihatinan dan seruan penghentian kekerasan bersenjata. Sikap itu, kata Mahfudz, tak jelas. Apalagi sikap itu baru sebatas di level menteri luar negeri. Padahal, persoalan di Mesir sangat serius.

"Indonesia sebagai negara muslim demokratis terbesar di dunia sangat ditunggu sikap dan peran konkritnya saat ini," cetusnya.

"Indonesia harus segera ambil inisiatif konkrit misalnya bersama Turki, dan mendesak peran forum multilateral untuk bereaksi konkrit," tegas Mahfudz.

Komisi I DPR menurut Mahfudz juga mengutuk pembantaian brutal terhadap rakyat sipil Mesir oleh pihak militer. Penguasa Mesir juga harus dikutuk oleh dunia, karena ini bentuk penodaan nyata terhadap demokrasi dan hak asasi manusia.

Pembantaian ini pelanggaran HAM berat yang juga harus direspons oleh komisi HAM PBB dan pengadilan kriminal internasional. "Ini bisa menjadi pola menular di negara-negara lain yang alami The Arab Spring," pungkas Mahfudz.

()

Bakal calon presiden dari PDIP, Joko Widodo. -- Surya Perkasa

Teka-Teki Deklarasi Cawapres Jokowi

24 April 2014 21:51 wib

JOKOWI suguhkan teka-teki tentang cawapresnya.