Tiongkok Menang Tender KA Cepat, Tak Ada Kompensasi Buat Jepang

Bane Raja Manalu    •    Rabu, 30 Sep 2015 02:56 WIB
kereta cepat
 Tiongkok Menang Tender KA Cepat, Tak Ada Kompensasi Buat Jepang
Miniatur KA cepat yang Tiongkok tawarkan dipamerkan di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. (foto: dok./AFP/Bayu Ismoyo)

Metrotvnews.com, New York: Wapres Jusuf Kalla mengisyaratkan bahwa pemenang tender proyek KA cepat Jakarta-Bandung dimenangkan Tiongkok. Sofyan Wanandi secara khusus diutusnya untuk menjelaskan kepada pihak Jepang yang merupakan pesaing ketat Tiongkok dalam proyek tersebut.

"Tidak perlu bicara kompensasi bagi Jepang. Tidak perlu ada itu," kata JK.

Ini disampaikannya seusai pertemuan dengan Ratu Maxima dari Belanda. Pertemuan berlangsung di sela-sela rangkaian agenda Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (SU PBB) di New York, AS, Selasa (30/9/2015).

Menurutnya proposal yang diajukan Jepang tidak klop dengan hasil kajian Kementerian Perhubungan RI. Laju KA yang mencapai 350 kpj dan tanpa stasiun pemberhentian antara Jakarta dengan Bandung dinilai tidak sesuai kebutuhan.

Tetapi faktor penentu adalah keberatan Jepang terhadap dua syarat baru yang Indonesia ajukan dalam tender ulang proyek tersebut oleh Kementerian BUMN. Bahwa tidak ada blanked guarantee dan skema kerja sama business to business yang dalam hal ini antara BUMN RI dengan swasta negara mitra.

Tiongkok bersedia menerima dua syarat yang menegaskan biaya proyek tidak diambil dari APBN tersebut. Jenis KA yang 'hanya' mampu berlari secepat 200 kpj dengan delapan stasiun pemberhentian pun dinilai lebih tepat.

Di samping itu Tiongkok pun sangat agresif melakukan pendekatan. Bahkan dilakukan langsung oleh Presiden Xi Jinping kepada Presiden Jokowi di sela-sela Konferensi Asia Afrika 2015 di Bandung pada April lalu.

Wapres JK mengakui dirinya memang pernah menerima delegasi pengusaha Jepang soal proyek KA cepat. Hanya saja pembicaraan tidak membahas detail spesifik dari tender yang juga diminati oleh Perancis dan Jerman tersebut.

"Lebih mudah menjelaskan kepada Jepang sebab saya berbicara dengan mereka tidak spesifik membahas proyek kereta cepat. Sementara dengan Tiongkok langsung antar presiden," papar JK. 

 


(LHE)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA