Laporan dari Amerika Serikat

RI-Kazakhstan Tukar Informasi Mengenai Rohingya

Fajar Nugraha    •    Rabu, 30 Sep 2015 09:48 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
RI-Kazakhstan Tukar Informasi Mengenai Rohingya
Menlu Retno Marsudi bahas Rohingya dengan Menlu Kazakhstan (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Isu Rohingya turut jadi pembahasan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi selama di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menlu pun bertukar informasi dengan Menlu Kazakhstan Erlan Idrisov saat melakukan pertemuan bilateral di sela-sela sidang. Sebagai negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), pantas kedua menlu saling bertukar pikiran.

"Kita tukar menukar informasi karena kedua negara adalah anggota OKI. kita bicara mengenai bagaimana melakukan pendekatan dalam situasi di Rakhine (wilayah Rohingya berada)," ujar Menlu Retno Marsudi, di Markas PBB, New York, Selasa (29/9/2015) malam waktu AS.

"Terkait dengan masalah Rohingya saya mengatakan, pendekatan Indonesia adalah secara komprehensif. Kita melibatkan Pemerintah Myanmar untuk Rakhine," tuturnya.

"Rakhine ini merupakan wilayah paling miskin di Myanmar, oleh karena itu kita perlu membantu Myanmar membangun secara infklusif, termasuk tentunya Rohingya dan juga dari kalangan Budhist," imbuh Menlu Retno.

Menlu pun menambahkan, kalau Rakhine berhasil dibangun secara inklusif, pada saat yang sama kita menularkan nilai toleransi di antara perdebatan yang ada. Kazakhstan pun sepakat dengan pemikiran itu.

Selain masalah Rohingya, keduanya pun kembali membahas mengenai Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty (CTBT). Indonesia bersama Hungaria, baru saja menyerahkan ko-presidensi CTBT kepada Jepang dan Kazakhstan.

Kedua Menlu juga membicarakan Joint Economy Comission di Kazakhstan pada 2016. Kedua negara selama ini sudah menandatangani MoU Bilateral Consultation tetapi belum dilaksanakan.

"Sebelumnya economic consultation sudah terselanggara sekali dan tahun depan akan diselenggarakan yang kedua. Political consultation sudah ditandatangani tetapi belum dilaksanakan," sebut Menlu.

Kemudian kedua negara juga tengah membahas MoU kerja sama migas. Diharapkan Kazakhstan bisa memberikan respons atas bahasan tersebut, paling tidak menurut Menlu, draft MoU itu diselesaikan saat pertemuan JCBC.
 


(FJR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA