IMF Peringatkan Potensi Gangguan Pasar Akibat Suku Bunga Fed Rendah

   •    Rabu, 30 Sep 2015 09:56 WIB
imf
IMF Peringatkan Potensi Gangguan Pasar Akibat Suku Bunga Fed Rendah
Ilustrasi IMF. FOTO: AFP/Mandel Ngan

Metrotvnews.com, Washington: Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan pasar keuangan menghadapi risiko yang lebih tinggi dari tekanan likuiditas dalam menjual aset-aset akibat pengaruh dari periode panjang suku bunga rendah.

AFP melansir Rabu (30/9/2015), dalam laporan semi-tahunan tentang stabilitas keuangan global, IMF mengatakan bahwa pasar-pasar untuk perdagangan ekuitas, obligasi, mata uang dan instrumen lainnya secara umum tampak likuid pada saat ini.

Tetapi likuiditas itu -kemampuan pedagang untuk dengan mudah membeli atau menjual aset-aset dalam volume besar- bisa lebih mudah menguap dalam lingkungan saat ini, sehingga menyebabkan lebih bergejolak dan merongrong stabilitas keuangan.

"Bank-bank sentral dan pengawas keuangan perlu dipersiapkan untuk episode gangguan likuiditas," kata ekonom IMF Gaston Gelos, salah satu penulis dari laporan terbaru itu, sebagaimana dikutip dari Antara.

"Tingkat likuiditas di pasar-pasar keuangan belum menunjukkan tanda-tanda menurun di sebagian besar kelas aset. Namun demikian, suku bunga rendah dapat menutupi erosi ketahanan yang mendasarinya," kata laporan itu.

Dikatakan bahwa suku bunga rendah di tangan bank-bank sentral terkemuka di dunia di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang telah mendorong pengambilan banyak risiko. Pada saat yang sama, program stimulus pelonggaran kuantitatif bank sentral telah mendukung likuiditas, terutama di pasar obligasi.

Tetapi perubahan lain dalam struktur pasar telah meningkatkan risiko: basis investor telah menjadi kurang beragam; frekuensi tinggi dan perdagangan berbasis komputer telah menjadi lebih kuat; telah terjadi kenaikan dalam penerbitan obligasi kecil; dan banyak bank telah ditarik kembali dari perdagangan secara aktif di pasar keuangan, sebagian karena peraturan pasca krisis keuangan.

Oleh karena itu, IMF mengatakan, setelah suku bunga naik, likuiditas pasar mungkin akan menurun dan bisa melakukannya ke tingkat mengerikan.

"Dalam kondisi ekstrim, penurunan tajam dalam likuiditas dapat mengancam stabilitas keuangan karena beberapa pasar aset, misalnya, pasar obligasi dan repo bisa membeku sama sekali, seperti yang terlihat dalam krisis keuangan global," katanya.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA