Satgas Kebakaran Hutan Sumsel Tingkatkan Operasi Udara

Antara    •    Rabu, 30 Sep 2015 10:28 WIB
asap
Satgas Kebakaran Hutan Sumsel Tingkatkan Operasi Udara
Sejumlah warga menyeberangi sungai Musi dengan menaiki kapal tradisional di perairan sungai musi yang tertutup kabut asap, Palembang, Sumsel. Selasa (29/9/2015). Foto: Nova Wahyudi/Antara

Metrotvnews.com, Palembang: Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan berupaya meningkatkan operasi udara untuk memadamkan titik api. Operasi terus diupayakan untuk titik-titik yang sulit dijangkau petugas di darat. 

"Operasi pemadaman melalui udara untuk menanggulangi kabut asap yang kini masih cukup pekat lebih ditingkatkan lagi setelah ada bantuan tambahan beberapa helikopter dan pesawat dari pemerintah pusat," kata Wakil Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan Yulizar Dinoto di Palembang, Rabu (30/9/2015), seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya mendapat bantuan tambahan tiga helikopter dari pemerintah pusat untuk melakukan operasi udara atau pengeboman air (water bombing) pada titik api di kawasan hutan dan lahan gambut.

"Dengan adanya tambahan helikopter itu dan dukungan pesawat Fixwing X-Track, ada lima helikopter dan beberapa pesawat yang digunakan untuk melakukan operasi pemadaman melalui udara pada kawasan hutan dan lahan gambut yang terbakar," katanya.

Menurut dia, dalam kondisi cuaca yang panas dan intensitas curah hujan sangat rendah mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan gambut semakin luas. Kondisi ini sulit diatasi dengan personel dan peralatan yang terbatas.

Meskipun dalam kondisi sulit dan memiliki keterbatasan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar. Sehingga, kabut asap yang mulai mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat bisa segera dihilangkan.

Selain meningkatkan operasi melalui udara, pihaknya juga berupaya mengintensifkan tindakan tanggap darurat seperti melakukan operasi darat di daerah yang terdeteksi banyak titik panas seperti di Kabupaten Ogan
Komering Ilir dan Musi Banyuasin, mengupayakan hujan buatan (teknologi modifikasi cuaca/TMC), dan menggelar salat minta hujan.

"Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumsel dan beberapa provinsi tetangga seperti Jambi dan Riau dapat dikendalikan serta masalah kabut asap dapat segera diatasi," ujar
Yulizar.


(KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA