Demokrat Hormati Putusan MK soal Calon Tunggal

K. Yudha Wirakusuma    •    Rabu, 30 Sep 2015 10:34 WIB
pilkada serentak
Demokrat Hormati Putusan MK soal Calon Tunggal
Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan--MI/Bary Fathahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan calon tunggal dalam pilkada dapat tetap maju dengan sistem 'setuju' dan 'tidak setuju'. Partai Demokrat menghormati putusan tersebut.

"Partai Demokrat akan menghormati keputusan MK terkait referendum calon tunggal dalam Pilkada serentak," kata Sekjen Partai Demokrat,  Hinca Pandjaitan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2015).

Dia menambahkan, KPU harus bergerak cepat untuk membuat peraturan pelaksanaan tentang keputusan MK.
"KPU harus segera menyikapi dengan membuat peraturan," terangnya.

Sebelumnya, untuk menjalani putusan MK, KPU membuka kembali pendaftaran pasangan calon kepala daerah di tiga daerah.

Daerah tersebut yakni, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, KPU memutuskan menunda pelaksaan pilkada di tiga daerah tersebut hingga 2017 karena hanya memiliki satu pasangan calon.

"Di ketiga daerah ini pendaftaran sudah dilaksanakan," kata Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, dalam pesan singkat, Rabu (30/9/2015).

Jika dalam tahapan pendaftaran nanti nyatanya tetap hanya satu pasangan calon, KPU memastikan daerah tersebut tetap ikut dalam pagelaran pilkada.

MK memutuskan daerah yang hanya memunyai satu pasangan calon kepala daerah dapat mengikuti pilkada serentak Desember 2015. MK berpandangan, pemilihan kepala daerah wujud dari pelaksanaan kedaulatan rakyat, dalam hal memilih dan dipilih. Jadi, harus ada jaminan Pilkada kudu terselenggara.

MK beralasan, ketentuan pada Undang-Undang Nomor 8/2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah yang menyaratkan pemilihan kepala daerah harus diikuti lebih dari satu pasangan calon, apabila syarat tersebut tidak terpenuhi, berpotensi pilkada ditunda atau gagal terselenggara. Hal itu tentunya merugikan hak konstoitusional warga untuk memilih dan dipilih.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA