Laporan dari Amerika Serikat

Sampaikan Surat Kepercayaan ke Brasil, Dubes RI Diberi Kesempatan Pertama

Fajar Nugraha    •    Rabu, 30 Sep 2015 11:39 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
Sampaikan Surat Kepercayaan ke Brasil, Dubes RI Diberi Kesempatan Pertama
Menlu Retno Marsudi dan Menlu Brasil Mauro Vieira (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Setelah ditolak oleh Presiden Brasil Dilma Rousef, Duta Besar Indonesia untuk Brasil Toto Riyanto akan menyerahkan surat kepercayaannya. Bahkan Dubes Toto akan mendapatkan kesempatan pertama.

Hal ini disebutkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Brasil Mauro Vieira. Pertemuan dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa (29/9/2015) waktu Amerika Serikat (AS).

"Iya, Indonesia akan masuk pertama. Karena beliau (Menlu Brasil) menceritakan pada saat penerimaan surat kepercayaan dari dubes asing, ditunda karena urusan politik, dana dan lain-lain," ujar Menlu Retno Marsudi, di Markas PBB, New York, Selasa (29/9/2015) malam waktu AS.
 
"Maka menlunya teringat ke Indonesia dan kita yang pertama kali dikontak. Ini ada penundaan dan penundaan ditujukan kepada seluruh yang dubes asing  yang akan mempresentasikan surat kepercayaan," lanjutnya.

Ketika ditanya pada level politiknya Presiden Rousef tidak ada persoalan, menlu dengan tegas menyatakan tidak ada. Selain itu, menurut Menlu Retno, Menlu Brasil sudah melaporkan pertemuannya dengan dirinya dan akan membahas isu Dubes Toto tersebut.

"Beliau juga lapor akan bertemu dengan saya hari ini, karena Presiden (Rousef) sudah kembali ke Brasilia. Jadi presiden sudah mengetahui bahwa menlunya akan menemui saya," sebut Menlu.

Berdasarkan pengamatan Menlu Retno, dapat diterjemahkan bahwa Brasil tidak akan mempermasalahkan mengenai eksekusi yang menjadi pemicu penolakan penerimaan surat kepercayaan itu.

"Ini beda, pada saat penolakan pada Februari itu memang kita duga terkait eksekusi. Kemudian kita tarik dubes kita. Terus kemudian ada jadwal presentasi (surat kepercayaan) pada 3 September. Kita menyampaikan bahwa dubes kita akan dikirim kembali ke Brasilia saat mendapatkan tanggal untuk menyerahkan surat kepercayaan. Namun semua dubes yang akan serahkan surat kepercayaan mengalami penundaan dan sekarang diperkirakan untuk jadwal ulang pada Oktober," sebut Menlu.

Meskipun insiden itu telah membuat malu Indonesia, komunikasi diplomat masih tetap terbuka. Penolakan yang dilakukan oleh Presiden Brasil terhadap Dubes Toto diduga terkait eksekusi mati terhadap warganya, yang terlibat kasus kejahatan narkotika.

Warga Brasil yang dieksekusi mati adalah Rodrigo Gularte. Pria tersebut adalah warga Brasil kedua yang dieksekusi mati. Sebelumnya, Marco Archer Cardoso Moreira dieksekusi mati pada Januari 2015 lalu.


(FJR)