Kesadaran Operasi Pencegahan Kanker Meningkat Berkat Angelina Jolie

   •    Rabu, 30 Sep 2015 11:57 WIB
Kesadaran Operasi Pencegahan Kanker Meningkat Berkat Angelina Jolie
Angelina Jolie. (Foto:popsugar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Siapa tidak mengenal Angelina Jolie, wanita berbakat yang bukan hanya sukses di dunia akting, tapi juga sebagai sutradara dan kepeduliannya terhadap pengungsi dengan terpilih sebagai Duta PBB untuk pengungsi.  

Misinya untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kanker dengan mengambil keputusan menjalani mastektomi ganda pada 2013, rupanya cukup sukses mencuri perhatian.

Sebuah studi terbaru di Austria merilis bukti bahwa Jolie berhasil meningkatkan kesadaran mencegah kanker dengan cara operasi yang berbeda.

Ini terbukti dari terdorongnya banyak perempuan dalam mempertimbangkan operasi berbeda termasuk mastektomi dan rekonstruksi payudara dengan menggunakan jaringan lemak yang dimiliki wanita (lawan dari implan payudara sintesis).

Gen BRAC1 ataupun gen lainnya berisiko sangat besar dalam pengembangan kanker payudara dan ovarium bagi wanita yang memilikinya. Berkaca dari pengalaman, ketiga wanita hebat dalam keluarga Jolie (ibu, nenek, dan bibi) didiagnosis mengidap kanker. Wanita 40 tahun ini kemudian memutuskan untuk jalani perawatan pencegahan kanker. 

Maret tahun ini, Jolie kembali kejutkan dunia dengan menguraikan bahwa ia menjalani ooforektomi (pembedahan untuk mengangkat ovarium) setelah ia dinyatakan menderita gejala awal kanker ovarium.

Studi yang diterbitkan dalam Journal Cancer ini menunjukkan dampak media dari kesadaran wanita tentang operasi pencegahan kanker. Studi ini menunjukkan, apa yang terjadi setelah langkah yang diambil Jolie tersebut kepada masyarakat luas. Ada bukti peningkatan operasi rekonstruksi payudara setelah mastektomi sebesar 92,6 persen. Ada juga bukti peningkatan kesadaran operasi rekontruksi payudara menggunakan jaringan lemak daripada implan sintetis sebesar 59,9 persen.

Daripada unsur medis, pengumuman dan tindakan yang dilakukan istri Brad Pitt dengan melakukan operasi yang berbeda memungkinkan banyak perempuan untuk lebih intensif menangani kanker payudara. (Sumarni/Contactmusic)
(LOV)