Kades Selok Awar-Awar Jadi Tersangka terkait Penambangan di Lumajang

Kumbang Ari    •    Rabu, 30 Sep 2015 12:10 WIB
salim kancil
Kades Selok Awar-Awar Jadi Tersangka terkait Penambangan di Lumajang
Kades Selok Awar-awar, Metrotv - Kumbang Ari

Metrotvnews.com, Lumajang: Polres Lumajang, Jawa Timur, menetapkan Kepala Desa Selok Awar-awar, Hariyono, sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan izin penambangan liar di desa tersebut. Penetapan status Hariyono dilakukan setelah ia menjalani pemeriksaan terkait penganiayaan yang menewaskan aktivis lingkungan antitambang pasir Salim Kancil.

Salah seorang anggota Mapolres Lumajang mengatakan, Rabu 30 September, penetapan status tersangka terhadap Hariyono diberlakukan sejak kemarin. Sejak itu pula, Hariyono kini mendekam di sel Mapolres.

Sebelumnya, Hariyono beserta 38 orang lainnya menjalani pemeriksaan seputar kematian Salim Kancil. Istri dan anak korban pun memberikan keterangan ke penyidik Mapolres.

Hariyono mengaku tak tahu menahu soal keramaian yang terjadi di kantor kepala desa saat penganiayaan itu terjadi. 

"Saat kejadian, saya di rumah. Saya tidur. Dibangunin ada tamu, Pak Agus. Saya bangun," kata Hariyono di Kantor Polres Lumajang, Rabu (30/9/2015).

Penganiayaan terjadi lantaran Salim Kancil melakukan aksi protes keras menentang penambangan diduga ilegal di Desa Selok Awar-awar. Hariyono membantah dirinya terlibat menganiaya Salim Kancil.

Sejalan dengan Salim, kata Hariyono, ia juga menentang penambangan. Bahkan pada 9 September 2015, ujar Hariyono, dirinya melayangkan peringatan tertulis meminta penambang menghentikan penambangan dan pengangkutan pasir di desa tersebut.



(RRN)