Korut Ancam Batalkan Reuni Keluarga dengan Korsel

Willy Haryono    •    Rabu, 30 Sep 2015 12:20 WIB
perang korea
Korut Ancam Batalkan Reuni Keluarga dengan Korsel
Area resor di Gunung Kumgang yang biasa dijadikan lokasi reuni keluarga Korsel dan Korut. (AFP /FILES)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Korea Utara berencana membatalkan acara reuni keluarga yang terpisah setelah Perang Korea di era 50-an. 

Ancaman dikeluarkan setelah Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mengkritik program nuklir dan catatan hak asasi manusia Korut. 

"Karena aksi otoritas Korsel, hubungan diplomasi Korut dan Korsel, dan juga program reuni keluarga, berada dalam bahaya," ucap juru bicara Komite Reunifikasi Damai Korea Utara, Selasa (29/9/2015) malam. 

"Acara (reuni) mungkin dapat benar-benar dibatalkan," sambung dia, seperti dikutip AFP. 

Berbicara dalam Sidang Umum PBB di New York, Park mengatakan ambisi Korut untuk mendapatkan senjata nuklir mengancam perdamaian dunia. Ia meminta komunitas internasional untuk mendesak Korut mengambil kebijakan berbeda. 

Park juga meminta Pyongyang meningkatkan catatan HAM seiring munculnya laporan PB terkait serangkaian pelanggaran kemanusiaan di Korut. 

Jutaan orang terpisah setelah Perang Korea pada 1959-1953 yang membagi Semenanjung Korea menjadi Korsel dan Korut. 


(WIL)