Kemenhub Diminta Fokus Bangun Transportasi Indonesia Timur

Kesturi Haryunani    •    Rabu, 30 Sep 2015 14:38 WIB
dpr ads
Kemenhub Diminta Fokus Bangun Transportasi Indonesia Timur
Calon penumpang memerhatikan pesawat yang terparkir di terminal baru Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Sulawesi Tengah -- ANT/Basri Marzuki

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah didesak segera melakukan percepatan pembangunan di daerah-daerah. Salah satunya dengan membuka jalur perhubungan udara untuk meningkatkan perekonomian.

"Kali ini saya lebih fokus bicara terkait pembangunan (transportasi) udara di wilayah saya (Sulawesi Tengah). Meminta komitmen dari Dirjen Udara, tiga hingga empat bandara yang akan dibangun itu bisa diselesaikan sampai tahun kapan? Karena kalau saya simak dari kebijakan umum anggarannya, baru bisa mencicil 200-400 meter. Bisa terealisasi setelah habis masa jabatan DPR periode sekarang kalau begitu," ungkap legislator Partai NasDem dari Dapil Sulawesi Tengah Ahmad M. Ali saat rapat antara DPR dengan Dirjen Perkeretaapian, Dirjen Perhubungan Udara, serta Kementerian Kelautan, Senin (28/9/2015).

Ali juga mengingatkan, Juni lalu saat kunker dengan Menteri Perhubungan di Sulawesi Tengah, Menteri Jonan berjanji melakukan percepatan pembangunan terminal bus. "Pak Menteri melihat langsung kondisi terminal di sana, khususnya di Luwu. Itu terminal seperti kandang ayam," ujarnya kesal.

Kementerian Perhubungan dan dirjennya diharap bisa mengubah perspektif birokrasi di jajarannya untuk bisa merencanakan pembangunan yang layak untuk dipakai dan berjangka panjang.

"Buat Dirjen Perkeretapian, saya berharap anggaran tahun 2016 supaya lebih fokus dialokasikan untuk wilayah timur ketimbang melulu di wilayah barat," gugatnya.

Menurut Ali, secara ekonomis investor selama ini tidak begitu tertarik dengan wilayah timur. Sebab, pembangunan terlalu terpusat di wilayah barat.

"Oleh sebab itu, APBN sebaiknya lebih difokuskan dulu untuk pembangunan perkeretapian di wilayah timur. Sementara di wilayah Jawa biarkan investor yang kerjakan," ujar Ali.

Dia meminta Dirjen Perkeretaapian segera lakukan studi secara komprehensif, sehingga kebijakan itu betul-betul bermanfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan perekonomian. "Hitung-hitungan saya, kalaupun pembangunan perkeretapian di wilayah timur terealisasi pada 2018, itu luar biasa," tuturnya.


(NIN)