Sampah Warga Menumpuk, Sekolah Kena Getah

Ilham wibowo    •    Rabu, 30 Sep 2015 14:45 WIB
sampah menumpuk
Sampah Warga Menumpuk, Sekolah Kena Getah
Warga membuang sampah di selokan ini pada pagi hari. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Selokan di Jalan Tanah Merdeka, Ciracas, Jakarta Timur, menumpuk hingga menebar bau tak sedap. Sekolah SDN 02 Rambutan yang berada di dekat selokan itu menerima getahnya.

Titi Nurhayati, Guru kelas II SDN 02 Rambutan menceritakan, bau tak sedap dari timbunan sampah membuat muridnya mengeluh dan mengganggu belajar. Pihak sekolah ingin saluran air ini dibersihkan setiap saat agar lingkungan menjadi sehat.

"Sekolah ingin lingkungan di Jalan Tanah Merdeka sehat. Kalau perlu ditutup atasnya supaya tidak ada lagi sampah dan aroma tidak sedap. Siswa perlu konsentrasi ketika belajar," tutur Titi saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Rabu (30/9/2015).

Titi bertutur, sampah dari limbah rumah tangga mendominasi penumpukan di selokan. Bahkan, kasur pun juga pernah ditemui. Senada dengan Titi, Momon, guru di sekolah yang sama menyebut, masyarakat di wilayah Tanah Merdeka abai. Mereka bahkan membiarkan warga lain membuang sampah di selokan tersebut.

"Sampah ini bukan dari warga sekitar Tanah Merdeka saja. Warga entah dari mana dengan naik motor, bebas lempar sampah ke selokan. Aksinya memang dilakukan malam hingga dini hari," jelasnya.

Tumpukan sampah di Tanah Merdeka sempat menjadi sorotan, beberapa pekan lalu. Sampah menumpuk hingga 20 meter. Bau sampah cukup meresahkan. Terlebih, anak-anak sekolah yang harus terganggu bau, lantaran sekolahnya berada di dekat selokan tempat warga membuang sampah.

Beruntung, Kelurahan Ciracas mau mendengar keluhan SDN 02 Rambutan. "Alhamdulillah kemarin petugas kebersihan sudah bergerak. Saya sampaikan ke pihak kelurahan, langsung ditagani pagi itu juga," ucap Momon.

Momon berharap pemerintah bertindak tegas terhadap pembuang sampah sembarangan ini. Sebab jika terjadi penumpukan, ia, siswa, dan warga sekitar kerap terganggu dampak dari penumpukan sampah di selokan.

"Kegiatan sekolah jelas terganggu dengan baunya yang menyengat. Seharusnya diupayakan agar selokan di depan sekolah ditutup atasnya, kemudian sanksi tegas diberikan kepada pelaku pembuang sampah sembarangan ini," harapnya.


(TII)