KBRI Mesir: WNI di Kawasan Rawan Konflik telah Dievakuasi

- 16 Agustus 2013 15:01 wib
Reuters/Amr Abdallah Dalsh/vg
Reuters/Amr Abdallah Dalsh/vg

Metrotvnews.com, Kairo: Situasi di Mesir semakin panas sejak penyerbuan aparat terhadap kamp demonstran pendukung presiden yang digulingkan, Muhammad Mursi, di Nasr, Kairo dan al-Nahda, Giza pada Rabu lalu.

Sejak penyerbuan yang berlangsung pada Rabu pagi itu, kerusuhan meluas hingga ke wilayah-wilayah lain di Mesir. Kerusuhan menjurus ke arah sektarian setelah ada penyerbuan dan pembakaran gereja koptik di beberapa wilayah di luar Kairo. Presiden sementara Mesir telah menetapkan status darurat nasional selama sebulan akibat insiden-insiden tersebut.

Situasi di Mesir itu juga menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan para warga negara Indonesia (WNI)--yang mayoritas adalah pelajar di Mesir. Pertanyaan utama adalah apa akan ada evakuasi WNI keluar dari Mesir seperti saat terjadi revolusi yang menjatuhkan rezim Husni Mubarak pada 2011 lalu?

"Sejauh ini KBRI Kairo belum melihat keperluan untuk evakuasi WNI keluar dari Mesir," ujar Juru Bicara Kedutaan Besar RI di Kairo, Dahlia Kusuma Dewi, dalam korespondensi surel dengan Media Indonesia (Jumat, 16/8).

Dahlia menyatakan pihaknya telah memindahkan 14 orang mahasiswa yang tinggal di sekitar wilayah Masjid Rabiah al-Adawiyah. Mereka, sambung Dahlia, dipindahkan ke tempat yang lebih tenang dan aman seperti distrik 10 Hay'Asyr dan Bawabah 3.

Selain itu, Dahlia menerangkan kondisi staf dan kantor KBRI di Kairo-- baik Kantor Pusat di Garden City dan Kantor Konsuler di Nasr City-- dalam kondisi aman dan selamat.

KBRI, lanjutnya, terus membuka layanan hotline selama 24-jam untuk perlindungan WNI. Upaya perlindungan juga dilakukan lewat penugasan tim-tim yang secara intensif ke lapangan untuk memantau langsung kondisi WNI

"Kami terus memberlakukan jadwal tim pemantau yang bertugas membuka layanan hotline selama 24 jam, serta secara aktif memantau kondisi WNI di Kairo maupun daerah-daerah luar Kairo," tulisnya.

Menanggapi situasi darurat di Mesir saat ini, Dahlia menegaskan bahwa KBRI menghimbau kepada setiap WNI di Mesir untuk tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa dan selalu membawa pengenal diri saat keluar rumah.

Kelompok Ikhwanul Muslimin--yang mendukung Mursi--menegaskan akan tetap melakukan demonstrasi. Usai salat Jumat hari ini, demonstran pro-Mursi di Kairo berkumpul dan melakukan pawai unjuk rasa di jalanan ibu kota Mesir tersebut.

Sementara itu, kelompok anti-Mursi yang melakukan gerakan menuntut Mursi mundur hingga Juni lalu mendorong warga Mesir menjaga kawasan tempat tinggal mereka. Kelompok inipun meminta gereja koptik di seluruh negeri dilindungi dari upaya penyerbuan, perusakan, dan pembakaran.

Kementerian Kesehatan Mesir siang ini menyatakan jumlah korban tewas akibat kerusuhan sejak Rabu lalu telah mencapai angka 638 jiwa di seluruh negara. Juru Bicara Kemenkes Mesir Mohammed Fathallah menambahkan jumlah korban luka meningat menjadi 3944.

Jumlah korban terbanyak, sambung Fathallah, adalah di kawasan distrik Nasr City.Di lain pihak, kubu Ikhwanul muslimin menyatakan jumlah korban tewas telah lebih dari 3000 dan sekitar 1000 lain terluka. Mereka menuding aparat keamanan menggunakan peluru tajam. (Al Ahram/Kid)

()

Bakal calon presiden dari PDIP, Joko Widodo. -- Surya Perkasa

Teka-Teki Deklarasi Cawapres Jokowi

24 April 2014 21:51 wib

JOKOWI suguhkan teka-teki tentang cawapresnya.