Satuan Kerja PP INSW Diminta Atasi Masalah Dwelling Time

Husen Miftahudin    •    Rabu, 30 Sep 2015 16:11 WIB
deregulasi
Satuan Kerja PP INSW Diminta Atasi Masalah <i>Dwelling Time</i>
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah terus berupaya untuk mengurangi waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, salah satunya dengan portal Indonesia Single Window (INSW). INSW sendiri merupakan proses penyelesaian perizinan ekspor dan impor dari kementerian dan lembaga secara terintegrasi, online, dan terpadu melalui satu portal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, sebagai pengelola portal INSW, pihaknya telah membentuk Satuan Kerja Pengelola Portal (PP) INSW. Diharapkan, dengan adanya Satuan Kerja PP INSW ini dapat pula membantu menyelesaikan permasalahan dwelling time yang dikeluhkan para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Pembentukan Satuan Kerja PP INSW dan penunjukkan para pimpinannya tersebut terjadi di tengah-tengah munculnya permasalahan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Oleh karena itu, kami telah meminta kepada jajaran Satuan Kerja PP INSW untuk segera bekerja dan mengambil langkah-langkah strategis agar portal INSW dapat ikut serta membantu menyelesaikan permasalahan dwelling time," ujar Bambang, dalam Launching Penerapan Single Submission, di Kantor Kemenkeu, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).

Ia melanjutkan, dengan berfungsinya Satuan Kerja PP INSW diharapkan pelayanan penyelenggaraan ekspor dan impor Indonesia dapat berlangsung lebih transparan, cepat, akurat dan mudah. "Sehingga dengan begitu dapat juga meningkatkan daya saing perekonomian nasional kita," papar dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai portal INSW mampu menyelesaikan permasalahan dwelling time. Karena menurut dia, portal INSW memproses perizinan yang mampu ditelusur secara real time.

"Karena bisa diketahui proses suratnya ini ada di mana sekarang. Ada di kantor siapa. Semua perizinan yang diperlukan dalam pengawasan impor dan distribusi sudah harus dilakukan melalui INSW. Sehingga tidak ada lagi proses birokrasi yang selama ini menjadi hambatan kelancaran arus barang," pungkas Darmin.

Sebagai informasi, saat ini dwelling time masih berada pada level pengerjaan selama 4,67 hari. Pemerintah melalui Satuan Tugas Dwelling Time terus melakukan pembenahan pada barang larangan dan/atau pembatasan ekspor-impor, pembangunan kereta api pelabuhan, optimalisasi Cikarang Dry Port (CDP), penyederhanaan peraturan, serta optimalisasi INSW untuk mengurangi waktu tunggu di Pelabuhan Tanjung Priok.

Diharapkan, dengan melakukan pembenahan dan optimalisasi ini, Satgas Dwelling Time dapat mengurangi waktu tunggu bongkar muat hingga 2-3 hari pengerjaan. Target tersebut diyakini akan terealisasi akhir Oktober.


(ABD)