Cosplayer: Penyelenggara Dewata Anime Festival Sudah Mencurigakan Sejak Awal

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 30 Sep 2015 22:18 WIB
anime
Cosplayer: Penyelenggara Dewata Anime Festival Sudah Mencurigakan Sejak Awal
Poster Dewata Anime Festival yang menghadirkan jajaran cosplayer ternama

Metrotvnews.com: Jagat budaya pop Indonesia dihebohkan dengan pembatalan sepihak acara Dewata Anime Festival (DAF). Festival anime yang diklaim akan menjadi yang terbesar di Bali tersebut dibatalkan lantaran CEO penyelenggaranya, Kotakotak, membawa kabur seluruh uang acara dan kini keberadaannya masih belum diketahui.

Hal tersebut tergolong miris mengingat para cosplayer yang diundang untuk menjadi bintang tamu telah mempersiapkan diri dengan baik. Salah satu cosplayer asal Indonesia, Pinky Lu Xun angkat bicara mengenai kasus tersebut di dalam sebuah tulisan di akun Facebook.

Pinky Lu Xun yang juga merupakan bintang tamu di acara DAF menuturkan, pihak penyelenggara sudah sejak awal terlihat mencurigakan dan tidak profesional. Hal itu, misalnya, tercermin ketika Kotakotak telah mengumumkan daftar cosplayer yang akan menjadi bintang tamu. Pinky Lu Xun ada di antara daftar tersebut, padahal dia belum menyetujui kontrak yang diajukan pihak Kotakotak.

Cosplayer lain yang ada di dalam daftar tersebut juga berada di posisi yang sama dengannya. Mereka belum menyetujui kontraknya, namun telah dipasang di poster sebagai bintang tamu. Pihak Kotakotak juga dinilai sangat memaksanya untuk menandatangani kontrak. Dia mengaku terus diteror dan ditanyai Kotakotak agar mau menjadi bintang tamu.

Kepada Metrotvnews.com, Pinky Lu Xun membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku, tulisan tersebut dimuat agar semua orang tahu kejadian yang dia alami. Dia juga menuturkan bahwa pihak Kotakotak sama sekali tak mengontaknya kembali, padahal acara semakin dekat. Hal tersebut pun terjadi pada bintang tamu lain yang berada di luar negeri.

"Kalau mengundang guest itu, panitia yang menanggung biaya pesawat, hotel dan lain-lain. Event lain biasanya semua beres satu bulan sebelumnya, plus visa untuk guest yang datang dari luar negeri. Tapi DAF ini, sampai akhir mereka tidak membelikan tiket, tidak menyewa hotel bahkan tidak bayar visa artis ke imigrasi," ujar Pinky Lu Xun.

Sebagai salah satu cosplayer profesional, Pinky Lu Xun merasa sangat dirugikan kejadian ini. Pasalanya, dia dan cosplayer lainnya tak bisa hadir sebagai bintang tamu di acara lain karena telah terikat kontrak dengan acara DAF. 

"Mereka (Kotakotak) membuat guest luar negeri terkatung-katung karena enggak bisa ambil event lain," ujarnya.

Ke depannya Pinky Lu Xun berharap kejadian ini tidak terulang. Dia pun menyarakan cosplayer lainnya untuk waspada terhadap modus serupa yang mungkin akan digunakan pihak tidak bertanggungjawab lainnya.

"Lain kali, kita (cosplayer) harus melihat lebih lanjut tentang portfolio event apa saja yg sudah pernah ditangani suatu event organizer. Jika belum pernah menangani event sama sekali, tapi langsung membuat skala internasional seperti DAF ini sebaiknya lebih berhati-hati," saran Pinky Lu Xun.


(ABE)