Laporan dari Amerika Serikat

Mendung Warnai Rencana Pengibaran Bendera Palestina di Markas PBB

Fajar Nugraha    •    Rabu, 30 Sep 2015 22:25 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
Mendung Warnai Rencana Pengibaran Bendera Palestina di Markas PBB
Kondisi cuaca di luar Markas PBB (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Rabu 30 September 2015 bendera Palestina rencananya akan dikibarkan di markas besar PBB. Namun cuaca mendung mewarnai rencana pengibaran bendera itu.

Berdasarkan jadwal bendera Palestina akan dikibarkan di halaman Rose Garden, New York pada pukul 13.00. Dikibarkan bendera Palestina menunjukkan pengakuan sebagai sebuah negara.

Pengibaran ini merupakan buah disepakatinya resolusi pengibaran bendera Palestina. Resolusi itu berhasil diloloskan pada 10 september 2015, melalui forum Sidang Umum PBB.

Indonesia menjadi ko-sponsor resolusi bersejarah ini. Kepala Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Dubes Desra Percaya mengatakan bahwa sejak awal mendukung ide penaikan bendera ini.

"Sesuai permintaan Dubes Palestina, Indonesia melakukan lobby terhada beberapa negara yang berpotensi untuk ko-sponsor dan dukung rancangan resolusi dimaksud," ujar Dubes Desra Percaya, kepada Metrotvnews.com, usai hasil pemungutan suara tersebut.

Berdasarkan pemungutan suara, 119 negara mendukung resolusi pengibaran bendera Palestina. Sementara 45 lainnya memutuskan abstain.

Sementara delapan negara menolak resolusi ini termasuk Amerika Serikat dan Israel. Selain kedua negara itu, mereka yang menolak adalah Kanada, Marshall Island, Republik Federasi Mikronesia, Palau, Tuvalu dan Uganda.

Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Hasan Kleib saat ditemui di Markas PBB pada Rabu (30/9/2015) waktu AS menyebutkan, ini adalah pertama kali sebuah negara observer yang benderanya dikibarkan di markas PBB.

Namun menurut Hasan, pengibaran bendera di Markas PBB tidak serta membuat sebagai anggota PBB.

"Keanggotaan negara di PBB, memang diputuskan melalui Sidang Majelis Umum PBB. Namun hal itu tetap harus melalui rekomendasi dari anggota Dewan Keamanan PBB," jelasnya.

"Tetapi hingga saat ini kan DK PBB masih belum mengeluarkan rekomendasi," tuturnya.

Terlepas dari rintangan yang menghadang, Indonesia menurut Hasan Kleib tetap all out atau sepenuh hati untuk keanggotaan Palestina di PBB. Bahkan sebelum pemungutan suara, Indonesia berhasil mendapatkan 55 suara dukungan untuk resolusi pengibaran bendera tersebut.


(FJR)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

6 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA