Wartawan Se-Jatim Berkomitmen Kawal Kasus Salim Kancil

Amaluddin    •    Rabu, 30 Sep 2015 23:37 WIB
salim kancil
Wartawan Se-Jatim Berkomitmen Kawal Kasus Salim Kancil
Mahasiswa Surabaya menuntut polisi mengusut tuntas kematian Salim Kancil. Foto: Antara

Metrotvnews.com, Surabaya: Forum Wartawan Jawa Timur (Forwaja) mendesak aparat penegak hukum tegas dan transparan menuntaskan kasus pembantaian dua aktivis petani Salim Kancil dan Tosan, warga Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jatim. 

Menurut Forwaja, jika tidak ada tindakan tegas, tidak menutup kemungkinan hal serupa akan terjadi kepada para awak media yang kritis menyuarakan kebenaran.

"Jangan sampai kejadiaan seperti Salim Kancil dan Tosan menimpa para awak media yang kritis. Aktivis dan wartawan sama-sama menyuarakan kebenaran. Sayangnya, mereka juga sering berhadap-hadapan dengan kalangan preman yang sadis dan kejam," ujar Koordintor Presedium Forwaja, Riko Abdiono, dihubungi di Surabaya, Rabu (30/9/2015).

Riko menegaskan, sikap kritis dalam menyuarakan kebenaran memang kerap kali mendapat ancaman kekerasan. Tewasnya Salim Kancil ini menunjukkan betapa kuatnya hegomoni kepentingan industri yang mengabaikan kepentingan rakyat.

Untuk itu, kata Riko, aparat kepolisian wajib mengusut tuntas kasus tersebut. "Mengusut tuntas artinya tidak hanya menangkap gerombolan pembantai Salim Kancil dan Tosan saja. Aparat kepolisian juga harus mengungkap siapa aktor utama dalam pembantaian sadis itu," kata dia.

Riko tidak meragukan kinerja aparat kepolisian. Sebab, pihak kepolisian sudah terlatih dalam menangani kasus-kasus besar. "Maka itu, aparat penegak hukum harus secepatnya menangkap otak di balik pembantaian dua aktivis itu. Saya yakin gerakan itu ada yang mengerahkan dan ada kaitannya dengan kepentingan tambang pasir ilegal," kata dia.

Selain itu, Riko juga meminta seluruh wartawan di Jatim ikut mengawal kasus tersebut. Wartawan, kata Riko, harus berani menyuarakan kebenaran dan selalu mengikuti perkembangan kasus itu. "Kita harus kawal bersama-sama agar kasus ini tuntas dan tidak menguap," ujar dia.



(UWA)