Calon Tunggal Dibolehkan, Bawaslu Prediksi Politik Uang Meninggi

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 01 Oct 2015 05:45 WIB
pilkada serentak
Calon Tunggal Dibolehkan, Bawaslu Prediksi Politik Uang Meninggi
Ilustrasi Pilkada. (Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Bawaslu Daniel Zuchron memprediksi praktek politik uang semakin meninggi seiring dibolehkannya pasangan calon tunggal ikut dalam Pilkada serentak. Namun, Bawaslu punya cara mengantisipasi hal tersebut.

"Prediksinya akan lebih tinggi," kata Daniel kepada wartawan di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).

Menurut Daniel, hal itu karena pasangan calon leluasa berkampanye tanpa harus dibayangi kampanye sang rival. Dan secara bersamaan, hal itu sebagai taruhan bagi mereka mendapatkan dukungan mayoritas pemilh.

Daniel menegaskan, pihaknya tetap mengantisipasi terjadinya praktek licik tersebut. Setidaknya, dengan memperketat penggunaan dana kampanya pasangan calon tersebut. 

"Jika terbukti, pasangan calon tersebut akan gugur," ujar dia.

Daniel menambahkan, tidak hanya tiga dari 269 daerah saja yang dipastikan memiliki pasangan calon tunggal. Ia menduga, sejumlah daerah yang hanya memiliki dua pasangan calon, juga berpotensi menghasilkan pasangan calon tunggal.

"Karena masih ada yang lolos bersyarat, seperti belum lengkapnya dokumen mereka. Kalau berdasarkan aturan KPU mereka diberikan waktu 60 hari sejak ditetapkan untuk melengkapi. Kalau sampai batas waktu tidak dipenuhi akan gugur," terang dia.

"Tapi dengan adanya putusan ini (pilkada) tetap bisa berjalan dengan pasangan calon tunggal," tandas dia.


(MEL)