Wall Street Akhiri Kuartal Menyakitkan dengan Catatan Positif

   •    Kamis, 01 Oct 2015 09:13 WIB
wall street
Wall Street Akhiri Kuartal Menyakitkan dengan Catatan Positif
Aktivitas di bursa saham New York -- AFP PHOTO/JEWEL SAMAD

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham di Wall Street mengakhiri kuartal ketiga yang menyakitkan dengan catatan positif pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), bergabung dengan pasar besar Eropa dan Asia dalam reli yang didorong spekulasi stimulus moneter tambahan.

Mengutip Antara, Kamis (1/10/2015), Dow Jones Industrial Average naik 235,57 poin (1,47 persen) menjadi ditutup pada 16.284,70, sedangkan indeks berbasis luas S&P 500 naik 35,94 poin (1,91 persen) menjadi berakhir di 1.920,03. Indeks komposit teknologi Nasdaq melonjak 102,84 poin (2,28 persen) menjadi 4.620,16, mencetak kenaikan pertama dalam tujuh sesi terakhir.

Para analis mengatakan data inflasi zona euro yang lemah mengangkat harapan untuk stimulus lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa (ECB). Mereka juga menunjuk faktor teknikal di balik kenaikan kuat pada Rabu setelah pasar Amerika Serikat (AS) menguji posisi terendah Agustus pada Selasa, tapi gagal untuk menembusnya.

Meskipun terjadi reli yang kuat, Dow kehilangan 7,56 persen pada kuartal tersebut, sementara S&P 500 turun 6,94 persen dan Nasdaq turun 7,35 persen. Kuartal ketiga adalah peregangan tiga bulan yang terburuk  dalam empat tahun untuk S&P 500.

Sentimen telah diperlemah oleh kekhawatiran tentang pelambatan ekonomi Tiongkok dan kekhawatiran tentang rencana Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunganya pada 2015.

Beberapa keuntungan paling kuat datang di antara saham-saham farmasi yang merosot, seperti Allergan naik 7,8 persen, Valeant International melonjak 12,8 persen dan Biogen bertambah 4,9 persen. Beberapa saham industri besar juga menguat, termasuk Chevron melompat 3,5 persen, Dow Chemical naik 4,5 persen dan General Electric bertambah 2,7 persen.

Perusahaan penyimpanan data Western Digital melonjak 14,5 persen di tengah berita bahwa perusahaan teknologi Tiongkok Unisplendour Corporation akan membayar USD3,78 miliar untuk 15 persen kepemilikan di perusahaan AS.

Twitter melonjak 5,3 persen menyusul laporan bahwa co-founder dan kepala eksekutif interim Jack Dorsey akan tetap sebagai CEO, mengakhiri pencarian perusahaan untuk eksekutif puncak.


(ABD)