KPK Serahkan Masalah Pemblokiran Rekening Kaligis ke Pengadilan

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 01 Oct 2015 10:26 WIB
oc kaligis tersangka
KPK Serahkan Masalah Pemblokiran Rekening Kaligis ke Pengadilan
Plt Pimpinan KPK Johan Budi--MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan berpolemik soal pemblokiran rekening terdakwa Otto Cornelis Kaligis. KPK menyerahkan masalah itu ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta.

"Kalau sudah di persidangan, tunggu saja di persidangan," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi, usai peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-50, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2015).

Menurut dia, KPK sudah tak berwenang mengurus masalah ini. Semua tergantung Majelis Hakim Pengadilan Tipikor. "Tunggu saja di persidangan, bagaimana putusan hakim terkait itu," jelas dia.

Johan enggan menjelaskan alasan pemblokiran rekening Kaligis. Dia ogah menanggapi apakah hal itu untuk mengembangkan kasus lain selain dugaan suap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan yang menjerat Kaligis. "Wah itu detail materi, saya enggak bisa," kilah mantan Deputi Pencegahan KPK itu.

Advokat Senior Otto Cornelis Kaligis beberapa kali sempat mengeluhkan pemblokiran rekeningnya di persidangan. Dia sempat memohon kepada hakim agar rekening yang diblokir KPK bisa dibuka.

Kaligis beralasan, uang yang ada di dalam rekening untuk membayar gaji pegawai dan operasional kantor pengacara. Bahkan, dia menuntut KPK membayar keperluan kantornya bila rekening tak dibuka.

"Tiba-tiba rekening saya ditutup, saya mohon melalui yang mulia, KPK saja yang bayar gaji dengan listrik dan lain sebagainya," kata Kaligis dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa 22 September lalu.

Dia mengaku, sudah ada 70 pengacara dari kantornya yang harus diberhentikan karena tak digaji. Padahal, aku dia, rekeningnya tak ada sangkut pautnya dengan kasus yang menjeratnya, sehingga tak perlu diblokir. "Saya sudah tidak sanggup lagi yang mulia," ucap dia.


(YDH)