KPK Tindaklanjuti Laporan Masinton Terkait Lino-Rini

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 01 Oct 2015 11:37 WIB
kasus korupsi
KPK Tindaklanjuti Laporan Masinton Terkait Lino-Rini
Plt Pimpinan KPK Johan Budi. Foto: Hafidz Mubarak A/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi akan menindaklanjuti laporan dugaan gratifikasi dari Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino ke Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarmo. Masinton Pasaribu, politikus PDI Perjuangan, adalah pelapor dugaan itu.   

"Terkait dengan laporan itu akan kami tindaklanjuti," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2015).

Menurut Johan, laporan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. "Laporan dari siapapun akan ditindaklanjuti dengan melakukan telaah lebih dahulu," jelas dia.

Johan masih enggan mengungkapkan perjalanan laporan Masinton di KPK. Dia juga masih irit bicara apakah Lino dan Rini akan diminta keterangan terkait laporan tersebut. "Belum-belum, belum ada (rencana pemanggilan)," ungkap dia.

Pada Selasa 22 September lalu, Masinton melaporkan Rini dan Lino ke KPK. Rini dituding menerima gratifikasi berupa perabotan mewah dari Lino.

"Perabotannya ini: Kursi sofa tiga dudukan (satu buah) senilai Rp35 juta, kursi sofa satu dudukan (dua buah) @Rp25 juta,  meja sofa (satu buah) Rp10 juta, kursi makan 6 buah @Rp 3,5 juta,. eja makan (satu buah) Rp25 juta, dan perlengkapan ruang kerja 1 set senilai Rp59 juta. Total Rp200 juta," kata Masinton di Gedung KPK saat itu.

Menurut dia, data ini diterimanya dari laporan masyarakat. Dia mengaku menerima dokumen soal pengadaan ini tertanggal 16 Maret 2015 lalu. "Makanya kita serahkan ke KPK,"  jelas anggota Komisi III DPR ini.

Masinton memaparkan, dalam nota dinas yang diterimanya, Lino memerintahkan asisten manajer umum untuk menggarap pengadaan ini. "Ini surat fotokopi, makanya minta klarifikasi KPK," ucap Masinton seraya menunjuk dokumen.

Kendati demikian, dia enggan mengungkapkan terkait perkara apa dugaan gratifikasi ini diberikan Lino ke Menteri Rini. Dia hanya meminta publik bersabar dan membiarkan aparat penegak hukum berkerja.

"Belum, nanti biar disidik. Saya (hanya) meneruskan informasi ini. Invoice ada, transfernya ada," pungkas dia.


(KRI)