Gara-gara El Nino, Kemarau di Malang Raya Jadi Lebih Panjang

Aditya Mahatva Yodha    •    Kamis, 01 Oct 2015 13:19 WIB
kekeringan
Gara-gara El Nino, Kemarau di Malang Raya Jadi Lebih Panjang
Ilustrasi fenomena El Nino ditandai dengan pemanasan suhu, Ant

Metrotvnews.com, Malang: Fenomena el nino membuat musim kemarau di wilayah Malang Raya, Jawa Timur, jadi lebih panjang. Akibatnya, hujan tak turun dalam satu hingga empat bulan terakhir.

"Suhu terasa panas, kelembaban rendah. Andai keluar rumah, muka seperti tak enak. Terasa panas," kata Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi (Staklim), BMKG Karangploso, Malang, Jawa Timur, Aminudin Al Raniri, Kamis (1/10/2015).

Meski demikian, kata Aminuddin, hujan masih turun di beberapa area di Kabupaten Malang yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Lumajang. Tapi intensitasnya rendah.

"Di Kecamatan Ampelgading yang berbatasan dengan Lumajang masih ada hujan, berbeda dengan wilayah lain di Malang," pungkasnya. 

Selain Malang, tingkat kekeringan ekstrem pun terjadi di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur. Beberapa daerah akan mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari.

Hal tersebut seperti dalam data peta monitoring HTH dengan update  II September 2015 di wilayah Jatim yang mengalami kekeringan ekstrim dengan tiga rangking tertinggi antara lain sebagai berikut. 

Yang pertama dengan HTH tertinggi yaitu di Pos Cerme, Kabupaten Bondowoso dengan lama HTH 149 hari, kemudian di Pos Dander, Kabupaten Bojonegoro dengan lama HTH 148 hari.

Dan yang terakhir dengan lama HTH 143 hari di Pos Glagah, Alas Buluh, Bajulmati, Pasewaran, Kabupaten Banyuwangi dan Pos Rubaru, Kabupaten Sumenep.

"HTH tertinggi adalah 4 bulan lebih di wilayah yang terdapat HTH lebih dari 120 hari,seperti Bondowoso sampai 149 hari," kata Aminuddin.


(RRN)