ETF Berbasis Saham BUMN Indo Premier Miliki Imbal Hasil 30%

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 01 Oct 2015 13:26 WIB
bursa efek
ETF Berbasis Saham BUMN Indo Premier Miliki Imbal Hasil 30%
ilustrasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Indo Premier Investment Management (IPIM) resmi membuat produk Reksa Dana Bursa (ETF) berbasis saham-saham BUMN. Produk reksa dana ini memiliki nama Premier ETF Indonesia State-Owned Companies (Premier ETF INDOSOC).

"Produk Premier ETF INDOSOC atau ETF BUMN (XISC) merupakan produk ekuitas dikelola dengan aktif, karena manajer investasi (MI) memiliki kewenangan untuk menentukan emiten yang masuk ke dalam portofolio XISC. Penerbitan produk ini memiliki tujuan untuk membangkitkan konektivitas infrastruktur di negeri ini," kata‎ Presiden Direktur IPIM, John D Item, ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Pembentukan Produk Premier ETF INDOSOC ini pun, kata John, akan menjadikan sumber pertumbuhan yang tinggi dan stabil bagi ekonomi Indonesia. Menelisik data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dia menyebutkan, ada kebutuhan dana sebesar Rp7.200 triliun untuk membangun infrastruktur nasional selama lima tahun ke depan.

"ETF BUMN ini, produk Reksa Dana Bursa ke-8 yang dikelola IPIM dari total sembilan ETF yang ada saat ini.‎ Kami berkomitmen untuk terus memperkaya ragam produk ETF, agar dapat dimanfaatkan investor, sehingga ada ragam alternatif yang fleksibel, mudah dan murah," urainya.

Adapun tujuan investasi reksa dana BUMN ini, lanjut dia, untuk memberikan pertumbuhan optimal atas nilai investasi pada efek bersifat ekuitas yang diterbitkan korporasi dengan konsentrasi investasi pada 20 saham BUMN.

"20 saham emiten BUMN ini bisa dibeli sekaligus, sehingga memudahkan investor dalam berinvestasi ke saham BUMN. Dibandingkan dengan membeli saham BUMN secara sendiri-sendiri," tuturnya.

Produk ini, dia mengharapkan, bisa menghimpun‎ income berkisar Rp500 miliar-Rp1 triliun dalam setahun.

"Return yang bisa diperoleh dari produk ini bisa mencapai 20-30 persen," tegasnya.

Dalam menerbitkan produk ini, IPIM menggandeng Deutcshe Bank AG cabang Jakarta sebagai bank kustodian. Sedangkan PT Indo Premier Securities sebagai dealer partisipan.


(SAW)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA