Tabrakan KRL, Kemenhub Nyatakan PT KCJ Bersalah

Wibowo    •    Kamis, 01 Oct 2015 14:03 WIB
kecelakaan kereta
Tabrakan KRL, Kemenhub Nyatakan PT KCJ Bersalah
Kereta api tabrakan di Juanda. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perhubungan menyatakan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) bersalah dalam kasus tabrakan kereta rel listrik di Juanda, Jakarta Pusat. Direktorat Jenderal Perkeretaapian sudah memeriksa kasus ini.

"Ketelodoran dari pimpinan dan organisasi KCJ," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko di Ruang Rapat Utama Ditjen Perkeretaapian, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Hermanto mengungkapkan KRL 1156 dioperasikan asisten masinis yang belum bersertifikat dari Ditjen Perkeretaapian. Asisten masinis juga baru menyelesaikan pendidikan pada 8 September, dengan keterangan kecakapan asisten manusia pada 22 September 2015.

Dengan data tersebut, asisten masinis belum mendapatkan izin untuk mengoperasikan KRL.

Hasil pemeriksaan sementara, Ditjen Perkeretaapian juga menemukan bahwa asisten masinis yang mengoperasikan KRL 1156 sebagai masinis jalan diperintahkan secara lisan oleh masinis sebagai bentuk pembinaan.

Meskipun dalam surat perintah perjalanan dinas (SPPD) dan laporan harian masinis (LHM) yang mengoperasikan KRL adalah masinis.

Dia mengatakan Ditjen Perkeretaapian melarang asisten masinis mengoperasikan KRL Jabodetabek. Namun, dalam rangka pemenuhan ketentuan jam operasi sebanyak 4.000 untuk mendapatkan sertifikat masinis, asisten masinis diberikan izin mengoperasikan KRL.

Saat ini di KCJ terdapat 163 asisten masinis yang perlu disertifikasi. KCJ masih kekurangan masinis sebanyak 48 orang pada 2015.

Hermanto menambahkan Ditjen Perkeretaapian sedang mengaudit keselamatan secara menyeluruh peristiwa tabrakan KRL 1154 dengan 1156. Pemeriksaan ditargetkan tuntas dua pekan mendatang, kemudian diberikan sanksi atas pelanggaran dari kejadian tersebut.

Dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan Ditjen Perkeretaapian, awak sarana perkeretaapian yang tidak mematuhi perintah petugas perjalanan kereta api terancam pidana penjara minimal satu tahun.

Untuk menekan angka kecelakaan pada moda transportasi kereta api, Ditjen Perkeretaapian akan mengimplementasikan pemasangan kereta api otomatis (SKKO) dengan perangkat track balise pada jalur lintas utara Jawa sepanjang 727 kilometer dan selatan Jawa sepanjang 800 km yang ditargetkan rampung pada 2018.


(TRK)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA