Kota Sukabumi Bantah Pasok Anjing ke Jakarta

Benny Bastiandi    •    Kamis, 01 Oct 2015 14:24 WIB
daging anjing
Kota Sukabumi Bantah Pasok Anjing ke Jakarta
Anjing dibawa pemiliknya saat hari bebas kendaraan di kawasan Renon, Kota Denpasar, Bali, Minggu 27 September 2015. Antara Foto/Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Sukabumi: Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi memastikan Kota Sukabumi bukan pemasok anjing ke Jakarta. Terlebih, anjing liar sudah tidak hidup di Sukabumi.

"Di berita disebutkan pasokan anjing yang dikonsumsi di Jakarta berasal dari Sukabumi. Sukabumi mana? Kota atau kabupaten? Kalau Kota Sukabumi, saya pastikan bukan tempat pemasok anjing," kata Sekretaris Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi Ate Rahmat kepada Media Indonesia, Kamis (1/10/2015).

Sejak puluhan tahun, kata Ate, populasi anjing liar di Kota Sukabumi lambat laun terus menurun. Kalaupun ada, peliharaan yang diliarkan oleh pemiliknya.

"Jika memang ada tempat penampungannya, sebelum dieliminasi oleh kami, tentu oleh masyarakat setempat juga pasti sudah diusir duluan," kata dia.

Sejak 1996, Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan sudah memiliki kader vaksinator dan eliminator di setiap kelurahan. Mereka bertugas memvaksinasi dan mengeliminasi setiap anjing piaraan atau liar.

"Termasuk menginformasikan jika ditemukan ada anjing yang terindikasi mengidap rabies," ujar Ate.

Hingga saat ini kader-kader tersebut masih aktif memantau perkembangan populasi anjing liar. Termasuk memantau salah satu tempat di Kecamatan Cibeureum yang diketahui menjadi tempat transit penjualan anjing ke Pulau Sumatera.

"Tapi bukan untuk dikonsumsi, hanya pesanan yang akan digunakan untuk berburu. Jumlahnya tidak banyak dan frekuensinya juga tidak sering. Anjing-anjing itu berasal dari berbagai daerah lalu ditampung di tempat itu, kemudian dijual lagi sesuai pesanan ke Pulau Sumatera," jelas Ate.


(TRK)