Menteri Agraria Minta Tambang Pasir di Lumajang Ditutup

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 01 Oct 2015 14:25 WIB
salim kancil
Menteri Agraria Minta Tambang Pasir di Lumajang Ditutup
Aksi mengecam penganiayaan yang menewaskan Salim Kancil di Lumajang, Ant - Ari Bowo Sucipto

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan, meminta polisi mengusut tuntas pelaku pembunuhan petani Salim Kancil, Lumajang, Jawa Timur. Ferry juga meminta pemerintah daerah menutup aktivitas penambangan yang ditolak petani di daerah tersebut.

"Penanganan polisi yang harus berlangsung. Menghentikan proses penggalian. Jika ada bukti, (penambangan) harus dibatalkan," kata Menteri Ferry selepas mengisi seminar di Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta, Kamis (1/10/2015).

Menteri Ferry menegaskan, tidak boleh ada kelompok manapun yang melakukan pemanfaatan lahan yang berujung bencana. Menurutnya, pemanfaatan lahan harus memenuhi aspek nilai ekonomi, kesejahteraan, dan ketenteraman masyarakat.

"Harus begitu. Tidak boleh ada pemanfaatan lahan mendatangkan bencana," jelasnya.

Ia menambahkan, mengungkap pelaku penganiayaan, seperti dalam kasus Salin Kancil, saja akan tidak cukup. Lebih dari itu, ia juga menyarankan pemerintah setempat mencabut izin operasi perusahaan.

"Pengusutan ada penganiayaan saja enggak utuh. Gak fair. Cabut izinnya. Jika sudah diproses, (perusahaan) harus ganti rugi," katanya.

Salim Kancil merupakan seorang petani di Lumajang, Jawa Timur yang dibunuh lantaran menolak penambangan pasir di Desa Selok Awar-awar. Kelompok masyarakat di berbagai daerah juga memberikan dukungan agar kasus tersebut dituntaskan.



(RRN)