12 Hektare Tanah Negara Diklaim Milik Pribadi

Antara    •    Kamis, 01 Oct 2015 14:51 WIB
sengketa tanah
12 Hektare Tanah Negara Diklaim Milik Pribadi
Unjukrasa reformasi agraria (ilustrasi). Foto: Agus Bebeng/Antara

Metrotvnews.com, Pamekasan: Sebanyak 12 hektare tanah negara di sepanjang pesisir Pantai Branta, Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, diklaim warga sebagai milik pribadi. DPRD setempat menelusuri kepemilikan tanah tersebut.

"Tanah negara yang diklaim sebagai milik pribadi warga ini di lahan hutan mangrove di pesisir pantai Desa Branta, Kecamatan Tlanakan," kata Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail di Pamekasan, Kamis (1/10/2015), seperti dilansir Antara.

Persoalan kasus tanah di Pamekasan ini terungkap, saat pemiliknya hendak menebang hutan mangrove yang ada di sepanjang pesisir pantai itu. Warga di sekitar pesisir pantai menolak. Jika mangrove ditebang, maka akan mudah terjadi abrasi pantai.

Tidak hanya itu, warga juga melaporkan rencana penebangan hutan mangrove di sepanjang pesisir Pantai Branta Tlanakan itu ke komisi I DPRD Pamekasan. 

DPRD juga mempertemukan warga dengan pihak kepala desa, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan. "Dari pertemuan berbagai pihak itu terungkap bahwa tanah negara di pesisir Pantai Branta, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, itu atas nama pribadi warga," kata Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail menjelaskan.

Menurut Ismail, saat ini DPRD terus melakukan penyelidikan klaim kepemilihan tanah negara menjadi milik pribadi warga itu. Ia menduga ada oknum petugas yang berperan. 

"Kami terus berkoordinasi dengan pemkab terkait kasus ini dan ini tidak bisa dibiarkan," katanya menjelaskan.


(KRI)