KPU Timor Tengah Utara Tunggu Aturan KPU Pusat

Antara, Palce Amalo    •    Kamis, 01 Oct 2015 15:03 WIB
pilkada serentak
KPU Timor Tengah Utara Tunggu Aturan KPU Pusat
Foto: MI

Metrotvnews.com, Kupang: Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pilkada bisa digelar dengan calon tunggal. Komisi Pemilihan Umum Timor Tengah Utara siap melaksanakan putusan itu.

"Kami menunggu aturan pelaksanaan dari KPU Pusat dan siap melaksanakan putusan MK," kata Juru Bicara KPU Timor Tengah Utara Fidel Olin, Kamis (1/10/2010).

Fidel mengatakan, putusan MK membuat gairah kerja KPU bangkit. "Kami hanya melanjutkan tahapan pilkada yang terhenti, tetapi tentu ada aturan pelaksaan dari KPU pusat," ujar dia.

KPU sempat memutuskan pilkada di daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon ditunda di pilkada serentak berikutnya. Kabupaten Timor Tengah Utara salah satu daerah yang hanya ada calon kepala daerah tunggal Raymundus Fernandez-Aloysius Kobe.

Saat ini tahapan pilkada sudah sampai penetapan daftar pemilih tetap (DPT). Saat KPU pusat menyatakan pilkada di daerah calon tunggal ditunda, KPU Timor Tengah Utara sedang memverifikasi berkas Raymundus-Aloysius.

KPU Raymundus Fernandez-Aloysius Kobe tidak akan melanjutkan tahapan pilkada yang tertunda sampai adanya putusan lebih lanjut dari KPU pusat, termasuk tidak menetapan daftar pemilih sementara maupun pemilih tetap.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan pihaknya sedang menyusun peraturan baru khusus untuk
pemilihan kepala daerah dengan calon tunggal. Aturan tersebut memuat mengenai tahapan, program, jadwal, serta kampanye pasangan calon tunggal.

"Kami (KPU) langsung mengeksekusi Putusan Mahkamah Konstitusi dengan menyusun peraturan baru yang khusus diberlakukan bagi daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon dalam pilkada," kata Ferry.

KPU memanfaatkan waktu yang tersisa hingga 9 Desember, untuk mengakomodir hak konstitusional para calon kepala daerah dan pemilih supaya pelaksanaan pilkada di tiga daerah berlangsung tahun ini.

Hadar Nafis Gumay, Komisioner KPU, mengatakan draf peraturan khusus yang sedang disusun mungkin selesai Jumat 2 Oktober, sehingga dapat segera jadi acuan KPU daerah.

Dua daerah yang juga hanya ada satu pasangan calon kepala daerah, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Blitar.


(TRK)