Gubernur Soekarwo Didesak Tutup Pertambangan Pasir Ilegal di Lumajang

Amaluddin    •    Kamis, 01 Oct 2015 15:10 WIB
salim kancil
Gubernur Soekarwo Didesak Tutup Pertambangan Pasir Ilegal di Lumajang
Aksi solidaritas atas kematian Salim Kancil di Surabaya, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Aksi unjuk rasa terkait penganiayaan yang menewaskan petani Salim Kancil berlangsung di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur. Mereka mendesak Gubernur Jawa Timur Soekarwo menutup pertambangan berujung penganiayaan berdarah di Desa Selok Awar-awar, Lumajang.

"Gubernur harus menutup pertambangan di Lumajang. Sebab, pertambangan itu sudah sangat amat jelas ilegal alias liar," teriak Rere Kristianto, Korlap Aksi Solidaritas Jawa Timur, Kamis (1/10/2015).

Mereka juga mendesak Gubernur menutup seluruh pertambangan di pesisir selatan di Lumajang. Sebab, kegiatan di sejumlah pertambangan berpotensi ilegal.

"Pengawasan pemerintah sangat lemah. Untuk itu, Pemprov jatim harus turun tangan bersikap tegas menutup pertambangan ilegal itu," ujarnya.

Aksi itu melibatkan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jatim, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, LSM Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Surabaya, PUSHAM Surabaya, Gusdurian Jatim, KNTI Jatim dan lainnya.

Mereka membawa sejumlah poster bertuliskan 'Save Gumuk Pasir Selatan Jatim', 'Hentikan Penambangan di Pesisir Selatan', dan 'Save Salim Kancil'.

Aksi berlangsung damai. Selama kurang lebih satu jam beraksi, pengunjuk rasa membubarkan diri.


(RRN)