Salim Kancil Tewas, Propam Mabes Polri Selidiki Polisi Lumajang

Dheri Agriesta    •    Kamis, 01 Oct 2015 15:50 WIB
salim kancil
Salim Kancil Tewas, Propam Mabes Polri Selidiki Polisi Lumajang
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Foto: Arya Manggala/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan kepolisian masih mendalami kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil, petani yang giat menolak penambangan pasir ilegal di Desa Selok Awar-Awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Timur. Mabes Polri melibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan untuk menyelidiki dugaan keterlibatan petugas polisi setempat dalam praktek penambangan ilegal.  

"Masih didalami. Sekarang kan sudah ada 22 tersangka," kata Kapolri saat dihubungi wartawan, Kamis (1/10/2015).

Banyak kalangan melaporkan kepolisian di Lumajang lamban merespons laporan terkait penambangan pasir ilegal. Polisi bahkan disebut sama sekali tak menindaklanjuti laporan warga.   

Terkait hal ini, Badrodin mengaku telah memerintahkan Divisi Propam untuk menyelidiki. "Nanti dari propam itu akan diperoleh hasilnya," kata dia.

Kapolri belum memperoleh laporan terkait keterlibatan Kepala Desa setempat dalam kasus pengeroyokan itu. Namun, ia berjanji mengembangkan kasus ini dan menyeret siapa saja yang terlibat.

Badrodin pun meminta semua pihak yang memiliki informasi terkait aktivitas tambang ilegal dan kasus penganiayaan serta pembunuhan Salim kancil bisa membantu penyidikan polisi. "Harapan saya kepada jajaran di Polda Jatim untuk terus mengungkap. Dan sudah saya perintahkan supaya ambil alih sampai tuntas. Kemungkinan ada aktor intelektualnya," pungkas Badrodin.

Salim Kancil, aktivis yang keras menolak penambangan di daerahnya dibunuh belasan orang, Sabtu 26 September. Salim mengembuskan napas terakhirnya sesaat sebelum menggelar aksi demonstrasi menolak tambang pasir di Desa Selo Awar-Awar, Pasirian, Lumajang. Salim tewas dengan luka bacok dan luka serius lain di tubuhnya. 

Kolega Salim sesama aktivis, Tosan, juga dikeroyok kelompok yang sama. Beruntung Tosan yang mengalami luka serius tak tewas dalam insiden itu. Dia kini dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.  


(KRI)