Fraksi Demokrat: Kematian Salim Kancil Harus Diungkap hingga Akarnya

Antara    •    Kamis, 01 Oct 2015 16:54 WIB
salim kancil
Fraksi Demokrat: Kematian Salim Kancil Harus Diungkap hingga Akarnya
AKSI SOLIDARITAS TERHADAP SALIM KANCIL: Pegiat lingkungan yang tergabung dalam solidaritas Surabaya untuk Salim Kancil melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Gedung Negara Grahadi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengungkapan dalang intelektual dinilai tak cukup untuk menyelesaikan kasus penganiayaan yang menewaskan petani Salim Kancil. Kasus tersebut harus diungkap hingga  
akar masalah, agar kejadian tersebut tak berulang.

"Kami tidak hanya ingin mengungkap dalang intelektual dan selesaikan masalah hukum, namun yang penting mencari akar masalah di sana agar ke depan tidak ada kejadian serupa," kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Didik Mukrianto, di Gedung Nusantara II DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Dia menjelaskan Tim Investigasi Komisi III DPR yang akan turun ke lapangan ingin mendengarkan masukan masyarakat secara langsung.

Menurut dia kejadian itu bukan karena satu kasus lalu terjadi pembunuhan. Namun perjalanan panjang terkait tumpang tindih pengelolaan pertambangan dan lingkungan. "Persoalan kelompok di sana rawan karena rawan benturan kepentingan," ujarnya.

Menurut anggota Komisi III DPR itu, harus dilihat fakta di lapangan sebelum membuat kesimpulan, agar mendapatkan gambaran secara utuh.

Didik mengatakan Komisi III DPR sudah mendapatkan masukan dari kelompok masyarakat sipil. Namun masukan itu perlu dicek ulang validitas dan kepastian/kebenarannya. "Beberapa teman dari Koalisi Nasional sudah memberi rekomendasi bahwa mereka menengarai terbunuhnya Salim karena penegak hukum kurang responsif dalam mengantisipasi masalah tersebut," ujarnya.

Menurut dia, harus diungkap apakah benar kejadian itu karena polisi kurang sigap dalam menghadirkan rasa aman di masyarakat.

Salim Kancil dan seorang lainnya, Tosan, kritis karena dianiaya sekelompok orang di Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (26/9/2015). Peristiwa itu diduga karena kedua petani sering menolak penambangan pasir ilegal di daerahnya. Polda Jawa Timur telah menetapkan 22 tersangka dalam kasus penganiayaan yang menewaskan Salim Kancil.

Hingga kini polisi belum mengetahui siapa otak penganiayaan. Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Setiadji memastikan akan terus mendalami kasus tersebut. Anton menjelaskan, Polda Jawa Timur menangani sebagian tersangka untuk mencari fakta hukum seputar kejadian tersebut.


(YDH)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

2 days Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA