Petugas Bandara Adisutjipto Gagalkan Penyelundupan Ratusan Lobster

Patricia Vicka    •    Kamis, 01 Oct 2015 18:12 WIB
penyelundupan
Petugas Bandara Adisutjipto Gagalkan Penyelundupan Ratusan Lobster
Petugas Keamanan Bandara Adisutjipto menunjukkan lobster yang hendak di ekspor. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Petugas keamanan Bandara Adisutjipto, Yogyakarta berhasil menggagalkan penyelundupan 534 ekor losbter, Kamis (1/10/2015).

Lobster-lobster dalam dua buah kotak besar itu rencananya akan dikirim ke Singapura dengan menumpang pesawat AirAsia melalui jasa pengiriman barang Sarana Darma Langgeng. 

Penyidik dari Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan Yogyakarta, Haryanto mengatakan pengungkapan kasus tersebut berdasarkan kecurigaan petugas pada dua buah kotak besar yang diberi label Lobster Segar.

"Pelaku bernama Herman warga Tempel mengajukan permohonan untuk pengiriman udang segar ke berbagai penerima di Singapura melalui perusahaan pengiriman. Lalu kami lakukan penyidikan dan ternyata berisi lobster hidup yang masuk daftar dilarang dijual-belikan," ujarnya di Yogyakarta.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 1/2015, tentang Penangkapan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (scylla spp) dan Rajungan, penangkapan lobster hanya boleh dilakukan dengan ukuran panjang karapas lebih dari 8 centimeter atau berat lebih dari 200 gram per ekor dan tidak dalam keadaan bertelur.

Selain itu dalam Surat Edaran Nomor 18/MEN-KP/I/2015 ukuran berat yang boleh ditangkap dan diperjual-belikan yaitu lobster dengan ukuran berat lebih dari 200 gram per ekor.

"Pelaku mengirimkan lobster seberat 74 gram per ekor yang berjumlah 534 ekor. Sehingga pelaku melanggar peraturan. Selain itu barang tidak sesuai dengan dokumen pengiriman," jelasnya.

Penyeludupan itu ditafsirkan merugikan negara sebesar Rp500 juta. "Tindakan itu juga melanggar UU No 16/1992 dan UU No 31/2004. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar," katanya.

Sementara, pihak ekspedisi mengaku tidak tahu isi barang yang hendak dikirim. Eko Susanto, salah seorang penjaga jasa pengiriman mengatakan dia tidak bisa memeriksa barang karena sudah dikemas dengan rapi.   

Petugas kini tengah memburu pengirim lobster yang sudah dikehui identitasnya.


(SAN)