Ketua PTUN Medan Mengakui Dua Kali Disuap Kaligis

Renatha Swasty    •    Kamis, 01 Oct 2015 18:26 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Ketua PTUN Medan Mengakui Dua Kali Disuap Kaligis
Tripeni Irianto yang ditangkap KPK lantaran menerima suap dari Kaligis----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Tripeni Irianto Putro, mengakui dua kali menerima uang dari pengacara Otto Cornelis Kaligis. Duit diberikan berkaitan dengan konsultasi masalah perkara.

Tripeni mengaku pada 29 April, ia didatangi Kaligis di kantornya. Saat itu Kaligis datang ditemani panitera PTUN Medan, Syamsir Yusfan.

"Pak Syamsir datang sama Kaligis, katanya `pak ini mau konsultasi, oh ya sudah`," kata Tripeni saat bersaksi buat terdakwa Syamsir di Pengadilan Tipikor, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2015).

Saat itu, kata dia, Kaligis mengutarakan maksudnya untuk mengajukan permohonan penghentian sprintlidik yang dikeluarkan Kejati Sumut, terhadap Bendahara Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis. Tapi, Tripeni berpendapat hal itu tak bisa, sehingga dia menyarankan supaya yang digugat adalah surat panggilan permintaan keterangan Kejati Sumut pada Ahmad Fuad Lubis dibatalkan.

Usai konsultasi itu, Tripeni mengaku, Kaligis memberinya uang. "Kaligis kasih amplop, tapi saya nggak mau. Lalu ditaruh di atas meja," beber Tripeni.

Tripeni sempat mengintip isi amplop. Isinya, uang dolar Singapura. Tapi, ia mengaku tak menghitung besarannya.

"Baru tahu belakangan waktu dikasih lihat penyidik, SGD5.000," kata dia.

Kaligis kembali menemui Tripeni pada 5 Mei. Kali ini, kata dia, Kaligis mencoba meyakinkan dirinya bahwa penghentian sprintlidik dapat digugat di PTUN Medan. Seperti yang pertama, begitu akan pulang, Kaligis kembali memberinya amplop berisi duit.

"Dia kasih buku ada banyak, di dalamnya ada amplop," beber Tripeni.

Tripeni berkeras tak tahu total basel yang diberikan Kaligis. Dia sama sekali tak pernah membuka amplop. Belakangan Tripeni baru tahu uang dari Kaligis berjumlah USD10 ribu.

Kaligis, beber Tripeni, sebetulnya sempat datang kembali pada 2 Juli saat gugatan sudah berjalan dan menunggu putusan. Tapi, uang yang diberikan Kaligis kemudian dia tolak.

Terakhir, M. Yagari Bhastara Guntur alias Gerry, anak buah Kaligis datang ke kantor pada 9 Juli, dua hari setelah PTUN Medan mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan. Gerry memberikan uang dalam amplop.

"Gerry bilang terima kasih, pak. Ini ada dari Pak Kaligis, saya enggak mau tapi ditaruh di meja," ungkap Tripeni.

Dia mengaku tidak tahu jumlah uang yang diberikan oleh Gerry. Lagi-lagi, dia mengetahui jumlah duit di penyidikan, yakni berjumlah USD5 ribu.


(TII)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA