DIY Jadi Tuan Rumah Voli Pantai Asia Pasifik

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 01 Oct 2015 21:07 WIB
olahraga
DIY Jadi Tuan Rumah Voli Pantai Asia Pasifik

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tuan rumah ajang voli pantai tingkat Asia Pasifik. Acara yang akan digelar di Pantai Sepanjang, Gunung Kidul ini akan berlangsung 8-11 Oktober dengan tajuk Sepanjang Beach Volley Ball Asia Pacific Tournament 2015. Sebanyak 15 negara akan bertarung memperebutkan uang senilai USD 40.000.

Ketua panitia turnamen, Danang Anggoro mengatakan 15 negara yang akan bertarung di turnamen tersebut di antaranya Australia, Cina, Hong Kong, India, Jepang, Selandia Baru, Maladewa, Lebanon, Oman, Thailand, Kazakhtan, Malaysia, Singapura, Timor leste, Qatar, dan Indonesia sebagai tuan rumah. Semua negara tersebut akan mengirimkan 30 pasangan putra dan 20 pasangan putri pool. Pasangan tersebut akan diisi pemain-pemain berkelas dari setiap negara.

"Seluruh negara akan mengirimkan atlet terbaik yang dimiliki," katanya Danang di Yogyakarta, Kamis (1/10/2015).

Danang mengungkapkan, Indonesia sendiri akan menurunkan sebanyak empat tim yang merupakan tim yang memiliki peringkat Asia, baik putra maupun putri. Nama-nama pasangan sebagai wakil Indonesia diantaranya Dhita Juliana-Putu Dini Jasita Utami dan Desi Ratnasari-Bela Riswandari, serta di bagian putra ada Ade Candra Rachmawan-Rendy Verdian Licardo dan Fahriansyah-Muhamad Asfiya.

Sementara itu, DIY sebagai tuan rumah akan memiliki wakil sendiri sebanyak dua pasangan. Pasangan itu yakni Dian Putra Santosa-Gilang Ramadhan di bagian putra, dan Ayu Cahyaning Siam-Yokebed Purari E.S di bagian putri.

"Para peserta akan mencoba lapangan turnamen pada 6 hingga 7 Oktober 2015," ujarnya.

Menurutnya, turnamen tersebut merupakan ajang pemanasan menuju kejuaraan dunia di Amerika.

Pejabat Bupati Gunung Kidul, Budi Antono mengaku optimis bisa menjadi tuan rumah yang baik dan menyelesaikan veneu pada Minggu (4/10/2015) mendatang. Budi juga mengaku telah menginstruksikan kepada panitia pelaksana agar venue selesai tepat waktu.

Ia menambahkan, masalah pendanaan menjadi salah satu kendala dalam penyelesai venue. Mengingat, anggaran diambil dari APBD Perubahan 2015 yang hingga kini tak kunjung selesai pembahasan. "Kita tak bisa memakai kebijakan yang mendahului anggaran, tapi saya pastikan selesai tepat waktu," pungkasnya.


(ACF)