Jokowi Minta Pertamina Turunkan Harga BBM

Angga Bratadharma    •    Kamis, 01 Oct 2015 23:23 WIB
harga bbm
Jokowi Minta Pertamina Turunkan Harga BBM
Presiden Joko Widodo (Foto: Dokumentasi Setkab)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada PT Pertamina (Persero) untuk menghitung kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM) merespon pengumuman yang telah dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa harga BBM tidak berubah hingga Januari 2016.

"Coba dihitung lagi. Meskipun kemarin sudah diumumkan oleh Menteri ESDM, tapi ini negara sedang membutuhkan. Tolong dihitung lagi, apakah masih mungkin yang namanya premium itu diturunkan meskipun sedikit," kata Presiden Jokowi, seperti dikutip dari laman Setkab, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Presiden Jokowi menyatakan bahwa dirinya kemarin sudah mendapatkan laporan bila harga BBM yang berlaku sekarang mengalami minus dua persen dari harga keekonomian. "Tapi mungkin masih bisa diturunkan," ujar Presiden.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menjelaskan, permintaan Presiden Jokowi untuk Pertamina menghitung ulang harga BBM dan meminta adanya penurunan harga langsung ditindaklanjuti.

"Presiden meminta PLN, Pertamina, dan Menteri Keuangan, serta Menko Perekonomian untuk menghitung kembali terutama BBM jenis premium dan solar, serta listrik industri," kata Seskab kepada wartawan.

Mengenai hasil pemanggilan itu, Seskab mengajak para wartawan menunggu sampai minggu depan. "Kita tunggu sampai dengan minggu depan. Apakah perhitungannya itu memang ada yang bisa di-saving atau tidak. Nanti akan kami umumkan," jelas Pramono.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan harga BBM jenis premium dan solar. Setelah diputuskan penetapan harga BBM per tiga bulan sekali maka sampai 1 Januari 2016 harga BBM tidak akan mengalami kenaikan atau penurunan.

"Hari ini tidak ada penurunan," ujar Sudirman singkat, usai dirinya melakukan rapat pimpinan (rapim) dengan jajaran Kementerian ESDM.

Menurut Sudirman, seharusnya BBM jenis premium mengalami sedikit kenaikan sejalan dengan dolar Amerika Serikat (USD) yang terus mengalami penguatan. Namun, pihaknya lebih memilih untuk tidak menaikkan harga BBM dengan alasan menjaga kestabilan perekonomian.

"Sebetulnya premium sedikit tinggi karena kurs (USD) naik, sedangkan solar sedikit turun. Nanti kita akan pilih datar saja. Jadi tidak penurunan dan kenaikan," pungkas dia


(ABD)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

2 days Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA