Surati Menteri Haji Saudi, Ini Usulan Menag RI

Krisiandi    •    Jumat, 02 Oct 2015 10:09 WIB
haji 2015
Surati Menteri Haji Saudi, Ini Usulan Menag RI
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Dheri Agriesta/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengirim surat kepada Menteri Urusan Haji Arab Saudi. Dalam surat itu, Menag meminta Saudi memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan di Arafah dan Mina.   

"Ada dua atau tiga hal yang akan kita ikhtiarkan secara serius. Pertama adalah kondisi Arafah," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Kamis (01/10/2015). 

Soal permintaan perbaikan Arafah, berawal dari kesedihan dirinya saat malam hari tanggal 8 Dzulhijjah sejumlah tenda anggota jemaah roboh karena diterpa angin. Padahal, menurutnya, angin tersebut  tidak sedahsyat angin yang merobohkan crane di Masjidil Haram. "Sehingga tidak bisa dibayangkan kalau kekuatan angin itu sama," ujar Lukman.

Kejadian itu tidak hanya menyebabkan tenda roboh, tetapi juga listrik padam. Sehingga selain penerangan juga menyebabkan water cooler di tenda Arafah tidak berfungsi. Hal ini juga mengganggu pos kesehatan Arafah karena tidak bisa mengoperasionalkan alat yang membutuhkan listrik dan akhirnya berdampak kepada jemaah yang sakit.

"Saya sudah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Haji agar kondisi Arafah bisa diperbaiki dengan cara membuat tenda-tenda yang permanen di Arafah. Kalau di Mina bisa tenda permanen, di Arafah seharusnya juga bisa," tegas Menag.

"Juga dibangun pembangkit listrik berkekuatan besar sehingga tidak hanya mengandalkan generator yang terbatas, tapi pembangkit listrik permanen yang betul-betul bisa mensuplai berapapun kebutuhan listrik di Arafah," tambahnya.

Hal kedua yang diusulkan Menag adalah perbaikan Mina. Menag menyoroti jarak Mina Jadid yang terlalu jauh dan keberadaannya yang dari sisi syari juga masih jadi persoalan.

"Saya sudah bersurat ke Menteri Haji agar tenda-tenda di Mina bisa ditingkatkan. Kalau Jamarat saja bisa ditingkat, semestinya tenda di Mina juga bisa ditingkat sehingga seluruhnya bisa berada di Mina dan jarak ke Jamarat juga tidak terlalu jauh. Waktu melontar jumrah juga bisa diatur lebih ketat," terang Menag.

Selain dua hal yang diajukan kepada Menteri Haji Arab Saudi, Menag juga berinisiatif untuk memberlakukan penggunaan chip yang ditempel pada gelang identitas jemaah. Chip yang nantinya bisa dideteksi melalui GPRS ini penting untuk mengantisipasi persoalan jemaah hilang yang tidak diketahui keberadaannya.

"Ide ini sebenarnya sudah muncul sejak kemarin, tapi tidak cukup waktu untuk merealisasikan gagasan ini. Karenanya sejak sekarang kita akan coba pikirkan sehingga pengalaman yang cukup pahit bahwa sampai saat ini masih ada jemaah yang belum diketahui keberadaannya di mana itu bisa diatasi dengan hal itu," kata Menag.

Sampai dengan saat ini, sedikitnya masih ada 74 warga Indonesia yang belum kembali ke hotelnya untuk bergabung bersama anggota kloter lainnya. 

"Kita akan terus mencari. Kalaulah sampai melewati tanggal 26 Oktober kita tentu akan terus melakukan pencarian itu. Karena menjadi kewajiban pemerintah terhadap warganya di luar negeri untuk diketahui keberadaannya," kata Menag.


(KRI)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 day Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA