Wapres Biden: AS Negara Beradab yang Penembakan Massalnya Terbanyak

Willy Haryono    •    Jumat, 02 Oct 2015 10:20 WIB
penembakan as
Wapres Biden: AS Negara Beradab yang Penembakan Massalnya Terbanyak
Wapres AS Joe Biden dalam konferensi pers di New York, Kamis (1/10/2015). (Foto: AFP / Leigh Vogel / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

Metrotvnews.com, New York: Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden langsung menggelar konferensi pers setelah terjadinya penembakan massal di sebuah universitas di Oregon yang menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 20 lainnya. Jaksa Agung Oregon sebelumnya melaporkan korban tewas mencapai 13. 

"Amandemen Kedua tidak mengatakan Anda bisa memiliki bazoka, dan juga tidak mengatakan Anda bisa punya (jet tempur) F-15 dengan misil hellfire," ujar Biden membuka konferensi persnya di New York, merujuk pada bebasnya warga AS dalam memiliki senjata api. 

Biden mengaku belum mendapatkan informasi jenis senjata apa yang dipakai pelaku. Namun berdasarkan beberapa kejadian sebelumnya, ia memprediksi pelaku menggunakan senjata semi-otomatis atau otomatis. "Saya belum tahu, tapi itu tebakan saya, karena banyak orang tewas dalam waktu singkat," tutur Biden, seperti dilansir AFP, Kamis (1/10/2015). 

Sang Wapres menambahkan: "pada dasarnya AS adalah satu-satunya negara maju dan beradab di dunia dimana banyak terjadi pembunuhan massal seperti ini."

Menurut Biden, 87 persen warga AS setuju dengan proposal yang ia buat bersama Presiden Barack Obama pada 2013 terkait pemeriksaan latar belakang pemilik senjata api dan keamanan senjatanya. Ia kecewa mengapa suara mayoritas ini bisa tidak mengubah aturan kepemilikan senjata saat ini, dimana warga Negeri Paman Sam bisa dengan mudah mendapatkannya. 

Sejumlah media lokal AS mengidentifikasi pelaku sebagai Chris Harper Mercer, pria 26 tahun. Mercer tewas ditembak polisi usai melakukan aksi brutalnya. Motif penembakan belum diketahui. 




(WIL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA