Aturan Sistem Keamanan Gedung DPR Dinilai Usang

Githa Farahdina    •    Jumat, 02 Oct 2015 13:53 WIB
dpr
Aturan Sistem Keamanan Gedung DPR Dinilai Usang
Wakil Ketua Baleg Firman Soebagyo--MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Legislasi (Baleg) DPR RI tengah menggodok draft peraturan terkait sistem keamanan terpadu (SKT). Saat ini aturan soal SKT di gedung parlemen dinilai telah usang.

"Masih menggunakan prosedur tetap (protap) tahun 2003. Sekarang sudah 2015, itu jauh ketinggalan. Oleh karena itu, perlu ditata ulang," ujar Wakil Ketua Baleg Firman Soebagyo ketika ditemui di ruangannya di Nusantara I Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/9/2015).

Baleg bersama Sekjen DPD, DPR dan MPR akhirnya menggelar rapat dan sepakat sistem pengamanan parlemen harus disatukan. Selama ini, tiga lembaga dalam satu kompleks itu memiliki sistem pengamanan masing-masing.

"Masing-masing punya protap berbeda. Sedangkan ini adalah akses masuk tuh satu kompleks," imbuh politikus Golkar ini.

Mulai pintu masuk hingga ke dalam kompleks, Firman menambahkan, harus diatur. Pengaturan pun mengacu pada ketentuan umum dan Undang-undang.

"DPR merupakan lembaga negara, kalau suatu saat terjadi apa-apa, katakanlah terjadi peledakan atau mungkin peledakan tidak sengaja, menimbulkan ancaman bahaya, ini semua harus ditertibkan," kata dia.

Salah satu ancaman ledakan tak sengaja bisa saja bersumber dari kumpulan gas restoran yang ada di dalam gedung. Semua restoran dalam gedung, diminta dipindah keluar gedung.

Selain itu, akses keluar masuk akan diperketat. Selama ini, kerap kali sepeda motor miliki siapa pun termasuk jasa pesan antar makanan bisa bebas masuk langsung ke gedung.

"Bawa ransel, koper, segala macam bisa bebas masuk tanpa kontrol. Dari sana parkir langsung lewat belakang masuk gedung DPD," paparnya.

Menurut Firman, jika dibandingkan dengan negara lain, pengamanan parlemen di Indonesia sangat jauh di bawah standard. Pengamanan kerap kali meloloskan orang-orang yang dianggap sudah dikenal. Padahal, bukan tak mungkin justru bahaya datang dari mereka yang ada di dalam.

"Oleh karena itu, sistem ini perlu diatur. Kita petakan ulang. Belum instalasi AC belakang itu. Itu juga termasuk objek vital yang harus diamankan. Karena kalau centra AC itu dicampur cairan beracun, kemudian tiba-tiba kita yang duduk ini menghirup udara AC, itu kan bisa mati semua," terangnya.

Sebelumnya, Firman mengatakan tingkat keamanan di Kompleks Parlemen disebut mengkhawatirkan. Rabu (30/9/2015), Baleg meninjau sejumlah titik di Gedung DPR yang dianggap rawan kejahatan.

‎Ada tiga kantor lembaga tinggi negara di Kompleks Parlemen, yakni kantor DPR, MPR, dan DPD. Meski ada di satu kawasan, ketiga lembaga memiliki sistem keamanan masing-masing dan berbeda-beda. Titik-titik yang dianggap rawan kejahatan di antaranya ruang terbuka, parkiran kendaraan, dan kafetaria.


(YDH)

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

3 hours Ago

KPK optimis memenangkan gugatan praperadilan tersangka korupsi ktp-el Setya Novanto. KPK akan m…

BERITA LAINNYA