BKPM Keluarkan Layanan Izin Investasi 3 Jam

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 03 Oct 2015 11:39 WIB
deregulasi
BKPM Keluarkan Layanan Izin Investasi 3 Jam
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (MI/ARYA MANGGALA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengeluarkan aturan tentang mekanisme layanan investasi tiga jam, sebagai dari paket deregulasi kebijakan jilid II yang diumumkan pemerintah beberapa hari yang lalu.

Mekanisme layanan izin investasi tiga jam tersebut tertuang dalam Peraturan Kepala BKPM Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pedoman dan Tata Cara Izin Prinsip Penamanan Modal. Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan penerbitan perka tersebut merupakan tahap pertama implementasi layanan izin investasi tiga jam.

"Setelah penerbitan perka ini, BKPM akan melaksanakan tahap perekrutan notaris dan persiapan teknis lainnya. Harapan kami dalam waktu dua minggu ke depan, investor sudah sepenuhnya dapat menikmati layanan investasi tiga jam ini," kata Franky, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (3/10/2015).

Franky menambahkan dengan pemberlakuan layanan investasi tiga jam ini, BKPM memiliki dua layanan perizinan investasi, yaitu proses regular yang berlangsung selama ini yaitu layanan perizinan secara online dan layanan izin investasi tiga jam.

Dalam layanan izin investasi tiga jam, tambah Franky, investor dapat memperoleh izin investasi dari BKPM, akta perusahaan, dan NPWP perusahaan dalam kurun waktu tersebut. Oleh karena itu, dalam layanan izin investasi tiga jam ini, investor sebagai calon pemegang saham harus datang sendiri ke PTSP Pusat di BKPM karena diperlukan penandatangan akta perusahaan.

"Sementara dalam mekanisme regular yang sudah berlaku sekarang ini investor hanya mendapatkan izin prinsip dari BKPM dalam kurun waktu tiga hari. Sementara proses pengurusan akta perusahaan dan NPWP dilakukan secara terpisah. Sedangkan dalam layanan izin investasi tiga jam, ketiga proses tersebut dijalankan di satu tempat, yaitu PTSP Pusat di BKPM," jelasnya.

Hal lain yang diatur dalam layanan investasi tiga jam ini bahwa layanan tersebut diperuntukkan pada proyek-proyek investasi dengan nilai investasi paling sedikit Rp100 miliar dan/atau proyek-proyek yang mampu menyerap tenaga kerja Indonesia paling sedikit 1.000 orang.

"BKPM berkomitmen untuk menjadikan investasi yang berjalan di Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia," pungkasnya.



(ABD)