Liverpool vs Everton

Liverpool vs Everton, Sebuah Derby Keluarga Namun Kotor

Hilman Haris    •    Sabtu, 03 Oct 2015 11:46 WIB
liga inggriseverton 2015--2016liverpool fc
Liverpool vs Everton, Sebuah Derby Keluarga Namun Kotor
Liverpool vs Everton bakal tersaji pada pekan ke-8 Liga Primer Inggris 2015--2016 (Foto: tophdgallery)

Metrotvnews.com, Liverpool: Derby Merseyside antara Liverpool kontra Everton akan tersaji pada pekan kedelapan Liga Primer Inggris 2015--2016, Minggu 4 Oktober. Walau kedua tim tidak dalam performa terbaik jelang laga ini, Derby Merseyside tetap spesial.

Tanpa kepentingan apa pun, pertarungan The Reds vs The Toffees pasti sanggup membangkitkan gairah. Roberto Martinez selaku manajer Everton dan Brendan Rodgers sebagai manajer Liverpool rasanya tak perlu menyuntikkan semangat kepada para pemain. Pasalnya mereka pasti telah “terbakar” dengan sendirinya.

Tensi panas Derby Merseyside akhirnya membuat para pemain kerap "kesetanan" saat berada di dalam lapangan. Akhirnya, berbagai cara dilakukan para pemain guna meraih tiga poin. Termasuk melancarkan terjangan-terjangan keras kepada lawan. Kadang, terjangan itu dilakukan sebagai upaya menggertak mental lawan. Namun, ada pula yang memang berniat untuk mencedarai andalan musuh.


(Steven Gerrard menerjang penggawa Everton, Gary Naysmith dengan dua kaki)

Lantaran sering terjadi pelanggaran-pelanggaran kasar, Derby Merseyside akhirnya dinobatkan sebagai pertarungan satu kota paling "kotor" di Inggris. Status itu didukung dengan statistik di atas lapangan. Sejak 2000--2001, Derby Merseyside sudah menghasilkan 146 kartu kuning dan 16 kartu merah. Dengan jumlah kartu sebanyak itu, tak heran jika Liverpool vs Everton akhirnya mendapat nilai fair play minus 5,9. Nilai itu bahkan lebih buruk dari Tyne–Wear Derby antara Newcastle United kontra Sunderland yang selama ini dikenal sebagai pertarungan satu kota paling panas di Inggris. Seperti dilansir Mirror, Tyne–Wear Derby hanya mendapat nilai fair play minus 5,7.

Uniknya, meski Derby Merseyside kerap menghadirkan tensi panas di dalam lapangan untuk memperebutkan tiga poin, fan yang memadati stadion atau yang menyaksikan lewat layar kaca di rumah sudi untuk duduk berdampingan. 


(Fan Everton membantu fan Liverpool yang ingin menuju ke kursi stadion)

Rasanya hanya di Derby Merseyside Anda akan melihat fans Liverpool dan Everton duduk bersebelahan tanpa ada kerusuhan. Itulah yang membuat Liverpool kontra Everton dikenal sebagai The Friendly Derby pada saat ini. Pasalnya, kedua fans itu memang banyak yang berasal dari satu keluarga.



Alasan The Friendly Derby pula yang membuat otoritas Liga Primer Inggris tak pernah memasang jadwal pertandingan Liverpool dan Everton secara bersamaan. Sebab, dalam satu keluarga biasanya menyempatkan diri untuk menyaksikan kedua pertandingan tersebut. Seorang ayah yang datang ke Stadion Anfield untuk menyaksikan Liverpool tampil tak keberatan duduk di Stadion Goodison Park pada keesokan harinya untuk menemani anak atau sang istri melihat Everton bertanding.

(Dalam satu rumah bisa mendukung dua klub)

Derby Merseyside yang sudah berseteru sejak 1962 memang cukup unik dan spesial. Makin terasa unik karena keduanya memiliki isu kedaerahan dan rival yang sama, yakni tim dari Kota Manchester. Laga final Milk Cup 1984 di Stadion Wembley menjadi contoh sahih untuk menggambarkan kebencian fan Liverpool dan Everton kepada klub asal Kota Manchester. Ketika itu, fan dari kedua kubu di seluruh stadion punya chant yang sama, “Merseyside, merseyside” dan “Are you watching Manchester?”



(HIL)