BNP2TKI Berikan Pelatihan untuk TKI Purna Supaya Berwiraswasta

Mufti Sholih    •    Sabtu, 03 Oct 2015 13:37 WIB
bnp2tki
BNP2TKI Berikan Pelatihan untuk TKI Purna Supaya Berwiraswasta
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid----Ant/Fanny K

Metrotvnews.com, Parepare: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memberikan pelatihan pemberdayaan terintegrasi bagi warga Indonesia Overstayers (WNI-O) dan tenaga kerja Indonesia Bermasalah yang telah dipulangkan pemerintah. Pelatihan diberikan supaya TKI purna bisa berwiraswasta dan mengabdi di desa masing-masing.

"Harapan kami, mudah-mudahan program ini akan sukses, sehingga terciptalah warga-warga baru eks-TKI bermasalah yang menjadi warga-warga yang memiliki kekuatan ekonomi," kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid saat meninjau lokasi pelatihan di Hotel Bukit Kenari, Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2015).

Nusron menyebut, TKI tidak cukup hanya menjadi pahlawan devisa. Mereka harus bisa menjadi pahlawan desa sebagai penopang pertumbuhan ekonomi di desanya dengan mengembangkan usaha setelah pelatihan.

Dalam kesempatan itu, Nusron juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan pemberian buku tabungan secara simbolis kepada peserta pelatihan. Pemberian tabungan tersebut sebagai bentuk kongkret kerja sama antara kelompok usaha bersama TKI, Mitra Lokal LP3AI, dan Bank Sulsel.

"Output pemberdayaan terintegrasi ini memang komitmen bersama antarpelaku. Termasuk outputnya pembentukan dan penguatan modal kelompok," jelas Nusron.

Menurut Nusron, Indonesia punya angkatan kerja yang besar dan tidak diimbangi ketersediaan lapangan pekerjaan. Hal itu, kata dia, yang mengakibatkan sebagian masyarakat terpaksa mencari peruntungan ke luar negeri. Namun, banyak TKI yang bermasalah di luar negeri dan juga WNI-O yang kemudian dipulangkan pemerintah.

Untuk itulah, kata Nusron, BNP2TKI menggelar pelatihan pemberdayaan terintegrasi secara serentak di puluhan kabupaten/kota yang total pesertanya sebanyak 10.500 orang.

"Dengan harapan mereka, baik para TKI-B, TKI Purna, dan WNI-O untuk bisa mandiri dan berwiraswasta," imbuh dia.
 


(TII)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

17 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA