Aviastar Hilang Kontak

Pencarian Hari Pertama Nihil

Lina Herlina    •    Sabtu, 03 Oct 2015 16:54 WIB
aviastar hilang kontak
Pencarian Hari Pertama Nihil
Ilustrasi pesawat Twin Otter. Foto: Antara/Eric Ireng

Metrotvnews.com, Makassar: Operasi hari pertama pencarian pesawat Aviastar yang hilang kontak, dianggap gagal. Kepala Basarnas, Marsekal Madya Felicianus Henry Bambang Soelistyo, dalam keterangannya di Media Center Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjelaskan pencarian dianggap gagal karena tim gabungan Basarnas yang menyisir daratan dan memantau dari udara belum menemukan tanda-tanda titik hilangnya pesawat.

Basarnas melakukan pencarian darat dengan mengerahkan 125 personel gabungan TNI, Polri, dan masyarakat di lokasi kontak terakhir pesawat sebelum dinyatakan hilang. Basarnas juga melakukan pencarian lewat udara. Semua tak membuahkan hasil.

“Kita gagal dalam operasi pencarian hari pertama ini. Besok pagi akan kita lanjutkan lagi dengan memperluas area pencarian,” ujar Bambang didampingi Deputi Operasional Basarnas, Marsekal Muda Sudipo Handoyo, dan pejabat Kementerian Departemen Perhubungan, Agus, Sabtu (3/10/2015).

Pencarian terhambat karena lokasi pencarian 80 persen adalah wilayah pegunungan, perbukitan, dan jurang terjal. Ditambah cuaca berkabut, khususnya di sektor tiga dan empat, yang tidak memungkinkan pesawat mencari.

Menurut Bambang, Basarnas mennyisir di daratan di wilayah Bastem dan wilayah Luwu yang disesuaikan dengan informasi masyarakat. Sementara pencarian lewat udara mengerahkan tiga pesawat yang melakukan enam kali sortir di empat sektor.

"Kami sudah menggunakan peralatan untuk mendeteksi posisi jatuhnya pesawat itu. Ternyata emergency locator transmitter (ELT) atau perangkat suar penentu lokasi pesawat tidak terdeteksi," kata Bambang yang mengaku sudah meminta bantuan negara sahabat untuk memantau.

Hari pertama pencarian difokuskan di empat sektor, masing-masing luasannya 15x15 nautical mile. Hari berikutnya, pencarian akan diperluas menjadi 30x30 nautical mile meliputi wilayah Luwu, Palopo, Toraja dan Enrekang.

"Masih ada satu pesawat yang mencari di lokasi dan akan berakhir sore ini. Setelah itu pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan Minggu pagi dengan mengerahkan empat pesawat, termasuk penambahan pesawat helikopter dari PT Bosowa," lanjutnya.

Sementara itu, Disaster Victim Indentification Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel telah menyiapkan posko ante mortem untuk mengantisipasi kemungkinann terburuk yang dialami penumpang pesawat tersebut.

Pesawat Aviastar hilang kontak dari Menara Pemantau Bandara Andi Djemma pada Jumat, 2 Oktober, pada pukul 14.36 Wita. Pesawat yang mengangkut tiga kru dan tujuh penumpang itu bertolak dari Bandara Andi Djemma pukul 14.25 Wita atau 11 menit sebelumnya.

Pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM dengan nomor penerbangan MV 7503 itu dipiloti Capten Iri Afriadi, Co-Pilot Yudhistira dan teknisi Soekris Winarto. Tujuh penumpang yang ikut antara lain lima penumpang dewasa dan dua bayi, masing-masing bernama Nurul Fatimah Muhajir, Lisa Falentin, Riza Arman, M Nasir, Sakhi Arqam, M Natsir serta dua bayi bernama Afif dan Raya.


(UWA)

Nasib Praperadilan Novanto

Nasib Praperadilan Novanto

1 hour Ago

Secara materil gugatan praperadilan Novanto gugur sebagaimana disebutkan dalam Pasal 82 Ayat 1 …

BERITA LAINNYA