Dibui Karena Menyihir, TKW Gugat Pemerintah Arab Saudi

Kristiadi    •    Sabtu, 03 Oct 2015 18:46 WIB
kasus pembunuhan
Dibui Karena Menyihir, TKW Gugat Pemerintah Arab Saudi
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Ciamis: Tenaga Kerja Wanita (TKW) Adah binti Muslim, warga Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dihukum lima tahun penjara oleh pemerintah Arab Saudi karena diduga telah menyihir majikannya. Namun, perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berencana membantu korban untuk menuntut balik.

"Kami akan membantu korban menuntut balik pemerintah Arab Saudi karena telah menjalani hukuman melebihi waktu yang diputuskan pengadilan Arab Saudi," ujar staf Direktorat Perlindungan WNI pada Kementerian Luar Negeri, Tumirin, di Gedung DPRD Ciamis, Sabtu (3/10/2015).

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Ciamis, Darwan dan anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Oyat Nurayat.

Menurut Tumirin, korban merupakan satu dari lima WNI yang divonis hukuman mati di Arab Saudi. Namun, berkat bantuan kakak majikannya, ia hanya divonis tiga tahun penjara oleh pengadilan Arab Saudi. Akan tetapi, dalam praktiknya korban menjalani hukuman selama lima tahun penjara.

"Di dalam UU Arab Saudi memungkinkan seseorang menuntut pemerintah apabila ia dihukum tetapi tidak terbukti atau dihukum melebihi keputusan pengadilan Arab Saudi," katanya.

Adah dihukum karena diketahui membawa helai rambut milik keluarga majikannya yang meninggal dunia di dalam kopernya. Di dalam koper itu juga ditemukan kertas dengan huruf Arab. Pemerintah Arab menuding Adah melakukan praktik sihir.

Adah mengungkapkan dirinya baru bekerja di Arab Saudi selama tujuh bulan pada 2000 dan kembali ke Indonesia Februari 2015. 

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Ciamis, Darwan menyambut baik kedatangan staf Direktorat Perlindungan WNI pada Kementerian Luar Negeri yang akan membantu korban menuntut balik pemerintah Arab Saudi.

"Sebetulnya Adah itu bukan tersangka, tetapi korban. Dia dihukum tetapi tidak terbukti dan dihukum melebihi keputusan pengadilan Arab Saudi," katanya.


(UWA)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

6 hours Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA