Dubes Korsel: Korut Tolak Berdialog Terkait Pembatalan Reuni

Willy Haryono    •    Sabtu, 03 Oct 2015 19:03 WIB
perang korea
Dubes Korsel: Korut Tolak Berdialog Terkait Pembatalan Reuni
Area resor di Gunung Kumgang yang biasa dijadikan lokasi reuni keluarga Korsel dan Korut. (AFP /FILES)

Metrotvnews.com, Jakarta: Korea Utara mengancam membatalkan acara reuni keluarga dengan Korea Selatan yang dijadwalkan berlangsung Oktober ini. 

Ancaman terkait ucapan Presiden Korsel Park Geun-hye dalam Sidang Umum PBB, yang menyebut ambisi Korut untuk mendapatkan senjata nuklir mengancam perdamaian dunia. Ia meminta komunitas internasional untuk mendesak Korut mengambil kebijakan berbeda. 

Presiden Park juga meminta Pyongyang meningkatkan catatan HAM seiring munculnya laporan PB terkait serangkaian pelanggaran kemanusiaan di Korut. 

"Korut menolak untuk berdialog lebih lanjut untuk ancaman pembatalan reunifikasi bersama Korsel," ujar Duta Besar Korsel untuk Indonesia Cho Tai-young saat ditemui di acara Hari Nasional Korea dan Hari Tenaga Militer di Hotel Fairmont, Jakarta Utara, Jumat (02/10/2015).

Jutaan orang terpisah setelah Perang Korea pada 1959-1953 yang membagi Semenanjung Korea menjadi Korsel dan Korut.  

Dubes Cho menegaskan Korsel tak akan meminta maaf atas apa yang dibicarakan Presiden Park di PBB. "Apa yang disampaikan Ibu Presiden adalah benar adanya, kami tak akan meminta maaf untuk itu," ujarnya.

Sang Dubes juga berharap Korut berhenti berambisi terhadap nuklir, karena bukan hanya Korsel, tapi seluruh dunia juga menecam hal tersebut.

"Kami (Korsel) berharap Korut melupakan ambisinya tentang nuklir. itu bukan berita yang bagus bagi kami dan juga bagi dunia," tutup Dubes Cho. (Nabila Gita)


(WIL)