Paket Kebijakan Pemerintah Dinilai Tidak Serius Perbaiki Masalah Ekonomi

Eko Nordiansyah    •    Minggu, 04 Oct 2015 15:56 WIB
ekonomi indonesia
Paket Kebijakan Pemerintah Dinilai Tidak Serius Perbaiki Masalah Ekonomi
illustrasi. ANT/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan era Orde Baru Fuad Bawazier menilai pemerintah tidak serius dalam menghadapi kondisi perekonomian terkini. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan  ekonomi jilid I dan II pada September lalu.

"Saya enggak percaya pemerintah serius memperbaiki. Kebijakannya saja tidak memasyarakat. Ini paket sudah dua kali diterbitkan dan tidak begitu mendapatkan respon dari masyarakat," ujarnya di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2015).

Dirinya menambahkan, kondisi ekonomi saat ini sudah dimulai sejak pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di awal pemerintahan sehingga mengurangi daya beli masyarakat.

"Ini dimulai oleh kebijakannya pemerintah Jokowi yang menaikkan harga BBM padahal harga minyak dunia turun. Kemudian, itu berakibat ke terhantamnya mesin konsumsi masyarakat luas, akhirnya produksi turun gara-gara  BBM naik, daya beli turun, barang menumpuk, tapi pembeli sepi," jelas dia.

Selain itu, paket kebijakan yang dinilai berorientasi kepada para pemilik modal justru menjauhkan tujuan dikeluarkannya paket yang ingin memberikan stimulus perekonomian bagi rakyat.

"Pemerintah sendiri ada asumsi yang tersirat bahwa perekonomian hanya bisa diselamatkan oleh kapitalis atau pemodal besar. Sehingga keliru juga karena mereka yang harapkan diandalkan tidak merespon dengan bagus," pungkas dia.


(SAW)