7 Saran Mantan Menkeu untuk Perbaikan Ekonomi

Eko Nordiansyah    •    Minggu, 04 Oct 2015 16:58 WIB
ekonomi indonesia
7 Saran Mantan Menkeu untuk Perbaikan Ekonomi
Illustrasi. ANT/Basri Marzuki

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Orde Baru Fuad Bawazier menyarankan tujuh poin bagi pemerintah sebagi respon kondisi perekonomian yang semakin mengkhawatirkan seperti sekarang ini.

"Pertama, bebaskan itu deposito uang yang ditaruh di bank. Tidak perlu mengusut uang asal-usalnya uang di deposito, itu bebasin saja. Ini pernah dilakukan pemerintahan terdahulu," ujarnya di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2015).

Kedua, dirinya meminta agar asal-usul modal yang dimiliki juga tidak perlu diusut lebih lanjut. Karena saat ini menurut dia, orang lebih banyak menyimpan uangnya di bawah bantal dibandingkan menabungnya di bank karena khawatir dengan dikenakan pajak.

Ketiga, Fuad meminta harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa diturunkan sehingga masyarakat tidak lagi mensubsidi pemerintah dengan tingginya harga BBM di saat harga minyak dunia justru mengalami penurunan.

"Keempat, turunkan Tarif Dasar Listrik (TDL) semaunya. Kalau yang TDL rumah tangga supaya punya kelebihan uang buat konsumsi. Kalau yang TDL industri supaya mereka lebih kompetitif," sambung dia.

Selanjutnya, pemerintah juga diminta melakukan deregulasi perizinan hingga ke tingkat yang paling rendah.

"Karena perizinan ini sudah jadi bisnis. Karena banyak penjabat berlomba-lomba membuat izin buat tambahan duit mereka," terangnya.

Kemudian, untuk memperbaiki perekonomian rakyat di tingkat pedesaan, Fuad meminta kepada pemerintah untuk melonggarkan izin pertambangan rakyat. Sebab, pertambangan rakyat merupakan salah satu cara menghidupkan perekonomian di daerah.

"Terakhir, paket ini untuk memberikan lapangan pekerjaan dan menggerakan ekonomi. Berikan izin kepada individu dan asing untuk miliki non landed house supaya properti juga bisa bergerak," tutup dia.


(SAW)