Rupiah Berpotensi Terpuruk Kembali

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 05 Oct 2015 08:04 WIB
rupiah melemah
 Rupiah Berpotensi Terpuruk Kembali
Illustrasi. ROMMY PUJIANTO/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasca mengalami kenaikan, laju rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar AS karena mulai berkurangnya imbas kebijakan pemerintah, BI serta deflasi.

"Setelah naik, rupiah mengalami tekanan kembali terhadap USD,"‎ ucap Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang ‎diterima Metrotvnews.com, Senin (5/10/2015).

Dari sisi lain, dia menyebutkan, pelemahan juga dikarenakan sejumlah data-data AS yang dibarengi dengan kembali naiknya harga minyak mentah dunia tidak banyak membuat laju USD mengalami pelemahan meskipun penguatan yang terjadi masih di bawah mata uang Yen, Eruo, dan Swissfranc.

Rupiah pun, menurut dia, tidak dapat memanfaatkan kondisi USD tersebut, sehingga akhirnya kembali melemah ke level support baru Rp14.700an per USD.

Penguatan Rupiah yang hanya tipis memperlihatkan mulai adanya aksi jual meskipun belum terlalu besar. Meski demikian, dia masih mengharapkan adanya penguatan pada laju Rupiah, tapi tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar.

Jika tidak ada sama sekali sentimen positif, Reza meyakini, rupiah berpeluang kembali ke posisi zona merah. Maka dari itu, tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar. Meski begitu, tambah dia, tetap mewaspadai sentimen gerak rupiah di pasar.‎

"Dalam satu hari ini laju Rupiah akan berada di level Rp14.690-Rp14.715 per USD (kurs tengah BI)," tutup Reza.


(SAW)