Bank Dunia: Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur Mulai Melambat

Eko Nordiansyah    •    Senin, 05 Oct 2015 11:24 WIB
ekonomi dunia
Bank Dunia: Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur Mulai Melambat
illustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Dunia menilai pemulihan ekonomi negara-negara maju di Asia Timur berlangsung bertahap dan perdagangan global yang berkembang namun dengan kecepatan paling rendah sejak 2009.

"Kinerja ekonomi di seluruh Asia Timur bervariasi. Ekonomi Tiongkok diharapkan tumbuh sekira tujuh persen tahun ini dan perlahan melambat setelahnya," ujar Ekonom Utama Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (5/10/2015).

Dirinya menambahkan, hal tersebut dikarenakan perkeonomian Tiongkok kini lebih berorientasi pada konsumsi domestik dan sektor jasa, yang menandakan kemungkinan penurunan pertumbuhan secara bertahap.

Sementara itu, negara-negara lainnya di Asia Timur diperkirakan tumbuh 4,6 persen pada 2015. Prodisen komoditas seperti Indonesia, Malaysia dan Mongolia akan mengalami pertumbuhan yang lebih perlahan dan pendapatan negara yang melemah tahun ini sebagai cerminan turunnya harga komoditas.

Di negara-negara yang lebih kecil, pertumbuhan akan berkurang. Di Kamboja, hasil panen yang lebih rendah berdampak negatif pada ekonomi dan di Myanmar, musibah banjir pada Juli melemahkan pertumbuhan ke angka 6,5 persen dari 8,5 persen pada 2014.

Sudhir menegaskan, pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia Timur melemah karena ekonomi Tiongkok berupaya mendapatkan keseimbangan dan kemungkinan normalisasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

"Faktor-faktor ini dapat menimbulkan guncangan finansial dalam jangka pendek, tapi ini adalah penyesuaian yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang," pungkas dia


(SAW)