Perlu Perbaikan Struktural Bagi Penguatan Ekonomi Tiongkok

Eko Nordiansyah    •    Senin, 05 Oct 2015 11:58 WIB
ekonomi dunia
Perlu Perbaikan Struktural Bagi Penguatan Ekonomi Tiongkok
Bendera Tiongkok. Dok: Reuters

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Dunia memperkirakan, akan terjadi perlambatan secara bertahap terhadap ekonomi Tiongkok pada 2016-2017. Hal ini karena adanya berbagai kebijakan di Tiongkok yang dinilai bisa mengendalikan dan menangani risiko penurunan ekonomi.

"Kebijakan tersebut termasuk tingkat hutang negara yang tidak terlalu tinggi, aturan melarang tabungan di luar sistem perbankan dam besarnya peran negara dalam sistem keuangan," ujar Ekonom Utama Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty di Gedung BEI, Jakarta, Senin (5/10/2015).

Dirinya menambahkan, jika pertumbuhan Tiongkok semakin melambat, dampaknya akan dapat dirasakan di seluruh kawasan, terutama negara-negara yang terhubung dengan Tiongkok melalui perdagangan, investasi dan pariwisata.

Apalagi laporan terkini Bank Dunia juga mengasumsikan adanya kenaikan secara bertahap suku bunga Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan. Meski kenaikan ini telah diantisipasi dan diharapkan berlangsung secara teratur, tetap ada risiko.

"Pasar dapat bereaksi terhadap pengetatan tersebut, yang dapat menyebabkan depresiasi mata uang, meningkatnya perbedaan imbal hasil surat utang negara, berkurangnya aliran dana dan pengetatan likuiditas," kata dia.

Untuk menghadapi kemungkinan tantangan tersebut, Bank Dunia menekankan kepada dua prioritas bagi negara-negara di seluruh kawasan Asia Timur, yaitu manajemen makroekonomi dan reformasi struktural.

"Manajemen makroekonomi yang baik demi melindungi kelemahan-kelemahan eksternal dan fiskal. Serta reformasi struktural yang lebih mendalam dan berfokus pada upaya menarik investasi swasta," pungkasnya.


(SAW)