Korban Penganiayaan Polisi di Boyolali Meninggal

Pythag Kurniati    •    Senin, 05 Oct 2015 13:01 WIB
penganiayaan
Korban Penganiayaan Polisi di Boyolali Meninggal
Ilustrasi kekerasan. (Ant)

Metrotvnews.com, Boyolali: Korban penganiayaan anggota Polres Wonogiri menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Yarsis, Sukoharjo, Jawa Tengah. Korban meninggal dengan 85 persen luka bakar akibat penganiayaan.

Salah seorang keluarga korban, Amat menuturkan, sebelum meninggal, korban tidak mendapatkan obat-obatan selama tiga hari, karena pelaku penganiayaan tidak memberikan biaya. 

“Pelaku sempat memberikan biaya pengobatan sekitar Rp62 juta, namun untuk pengobatan masih kurang sekitar Rp36 juta. Adik sepupu saya itu pun tidak mendapat obat selama tiga hari. Kondisinya drop dan meninggal dunia,” jelas Amat ketika dihubungi Metrotvnews.com, Senin (05/10/2015).

Baca: Korban yang Dianiaya Anggota Polres Wonogiri Diizinkan Pulang

Korban ES meninggal pada Minggu, 4 Oktober 2015 malam. Korban dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan tak jauh dari rumahnya, di Jetis RT 22 RW 05, Simo, Boyolali. 

Amat menuturkan luka bakar yang diderita adik sepupunya memang terbilang parah. “Tangan kanan dan kiri terbakar total kemudian bagian punggung ke bawah juga. Hampir 85 persen luka bakar,” imbuhnya. 

Amat mengatakan sebelum meninggal, korban sempat mengeluarkan celetukan aneh. “Dia bilang sama saya, 'Mas, aku wis mbok tukokke kijing durung?' (Mas, saya sudah dibelikan nisan apa belum?),” ungkap Amat.

Keluarga korban, kata Amat, berharap agar pihak berwajib mengusut tuntas kasus ini dan pelaku mendapatkan ganjaran setimpal.

ES merupakan korban penganiayaan yang dilakukan anggota Polres Wonogiri berinisial TI. Peristiwa bermula dari kekesalan TI karena menduga korban melakukan pencurian di rumah orang tuanya di Boyolali. 

TI bersama keenam temannya menganiaya korban pada 11 September 2015 hingga korban menderita luka bakar. Polres Boyolali mengamankan tersangka beserta barang bukti seperti Suzuki APV, botol kaca, kaos, air soft gun dan lain sebagainya.

Atas tindakannya, TI terancam pasal 170 KUHP mengenai penganiayaan dengan hukuman lebih dari 5 tahun penjara.


(SAN)